KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang yang terjadi pada Rabu (04/03/2026) mengakibatkan sejumlah kerusakan di beberapa wilayah Kabupaten Pamekasan. Hingga Kamis (05/03/2026) pukul 12.00 WIB, tercatat tiga kecamatan terdampak yakni Kecamatan Waru, Pasean, dan Batumarmar.
Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Pamekasan, Ahmad Dhofir Rosidi, menjelaskan bahwa dari laporan sementara yang masuk, terdapat empat desa terdampak dengan total tiga rumah mengalami kerusakan serta dua titik kejadian pohon tumbang dan dahan patah yang sempat mengganggu akses jalan.
“Data sementara yang kami terima, ada tiga kecamatan terdampak yakni Waru, Batumarmar, dan Pasean. Total ada empat desa terdampak, tiga rumah rusak serta dua titik pohon tumbang akibat angin kencang,” ujarnya.
Di Kecamatan Waru, kejadian pertama terjadi di Desa Tagangser Laok tepatnya di Jalan Raya Waru. Tiga pohon jenis jati dengan diameter sekitar 80 cm, 60 cm, dan 50 cm tumbang dan sempat menutup akses Jalan Raya Waru–Tagangser Laok selama kurang lebih satu setengah jam sebelum akhirnya berhasil ditangani.
Masih di Kecamatan Waru, angin kencang juga menyebabkan dua rumah warga di Desa Waru Barat, Dusun Tobalang I mengalami kerusakan. Rumah milik Moh Iksan yang dihuni satu kepala keluarga dengan lima jiwa mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap berukuran 9 x 3 meter. Tiang galvalum dan sekitar 20 lembar asbes rusak, serta sebagian dinding rumah ambruk sepanjang empat meter dengan tinggi satu meter.
Sementara itu, rumah milik Pusadi juga mengalami kerusakan pada bagian atap sekitar 10 lembar asbes. Namun kerusakan tersebut dilaporkan telah diperbaiki oleh pemilik rumah.
Di Kecamatan Batumarmar, tepatnya di Desa Batu Bintang di Jalan Raya Tamberu, angin kencang menyebabkan dahan pohon trembesi patah dan mengganggu akses jalan. Petugas kemudian melakukan pemotongan dahan pohon tersebut karena dinilai membahayakan pengendara yang melintas.
Sedangkan di Kecamatan Pasean, angin kencang berdampak pada rumah sekaligus musholla milik Imam Hakiki di Desa Batu Kerbuy, Dusun Bancek Tengah. Kerusakan terjadi pada bagian atap dengan sekitar 28 lembar asbes mengalami kerusakan, namun dikategorikan sebagai kerusakan ringan.
”Kerusakan tidak begitu banyak dan sejauh ini masuk kategori ringan hingga sedang, sehingga sebagian sudah bisa ditangani oleh warga bersama petugas di lapangan,” ungkapnya.
Ahmad Dhofir Rosidi menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan serta menerima laporan dari masyarakat terkait dampak cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Pamekasan.
“Data ini masih bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan update laporan yang masuk dari lapangan,” pungkasnya. (Sukri/Sl)
Karimata Media Dinamika Madura