KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Madura United kembali harus menelan kekalahan usai takluk 1-3 dari Borneo FC pada lanjutan Super League pekan ke-26 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Minggu (05/04/2026), meski sempat memberikan perlawanan sengit sepanjang laga.
Rakhmad Basuki, Pelatih caretaker Madura United, menilai anak asuhnya sudah bekerja keras menghadapi tim papan atas, namun hasil akhir belum berpihak. Ia menyebut laga tersebut memang tidak mudah mengingat lawan memiliki kualitas untuk bersaing di puncak klasemen.
“Ini pertandingan yang berat bagi kami, karena menghadapi tim yang berpeluang juara. Persiapan kita sudah maksimal, tapi hasilnya memang kita harus kalah hari ini,” ujar Rakhmad Basuki.
Ia menegaskan, evaluasi utama tim terletak pada penyelesaian akhir yang belum maksimal, meski peluang yang diciptakan terbilang cukup banyak sepanjang pertandingan.
“Secara peluang kita ada, bahkan lebih banyak. Tapi memang belum bisa dimaksimalkan menjadi gol, itu yang jadi pembeda,” imbuhnya.
Sementara itu, pemain Madura United, Mochammad Diky, mengakui timnya kurang fokus di awal pertandingan hingga harus kebobolan cepat, yang kemudian memengaruhi jalannya laga.
“Kita sebenarnya sudah diingatkan untuk fokus di menit awal, tapi di pertandingan tadi kita kurang fokus, jadi kebobolan cepat,” kata Diky.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil yang belum sesuai harapan, meski seluruh pemain telah berjuang maksimal di lapangan.
“Kami mohon maaf untuk hasil ini. Semua pemain sudah bekerja keras, tapi hasilnya belum sesuai yang kita inginkan,” ucapnya.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Madura United untuk segera berbenah, terutama dalam menjaga fokus dan memaksimalkan peluang, demi menjaga asa di sisa kompetisi musim ini. (fauzi/bb)
Karimata Media Dinamika Madura