ilustrasi ibu melahirakan (Foto - ist - karimatamedia

Dinkes Pamekasan Telusuri Kasus Ibu Meninggal, Proses Rujukan Diduga Tak Sesuai Standar

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan melakukan penelusuran menyeluruh terkait kasus meninggalnya seorang ibu Maizah usai mendapatkan penanganan medis, yang diduga berkaitan dengan proses rujukan yang tidak sesuai standar.

Kepala Dinas Kesehatan  Pamekasan dr. Syaifudin menyampaikan, pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penelusuran terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kasus tersebut, termasuk melakukan audit terhadap tenaga kesehatan.

“Kejadian ini menjadi perhatian kami. Saat ini kami sudah memerintahkan teman-teman Dinkes untuk melakukan penelusuran terhadap siapa saja yang terlibat. Besok akan kami hadirkan untuk dimintai keterangan,” ujarnya. saat on air di Radio Karimata, Selasa (21/04/2026)

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi secara lengkap guna memastikan kronologi kejadian secara utuh, termasuk tindakan medis yang telah dilakukan.

Baca Juga:  Hormati Pemilu, Pemerintah Hentikan Sementara Bansos Pangan

“Kami sudah mendapatkan gambaran secara ringkas, tetapi tetap harus dilakukan audit verbal dari masing-masing pihak yang terlibat. Hari ini kami beri kesempatan untuk melengkapi semua data dan informasi yang dibutuhkan,” jelasnya.

Berdasarkan informasi sementara, pasien awalnya mendapatkan pertolongan di tempat praktik mandiri bidan di Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan, yang telah memiliki izin resmi. Namun, saat terjadi perdarahan, pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.

“Ibu ini ditolong di bidan praktik mandiri, kemudian ketika terjadi perdarahan dirujuk. Nah, proses rujukan ini yang sepertinya tidak sesuai dengan standar sehingga kemungkinan terjadi keterlambatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pasien dilaporkan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit. Meski demikian, kepastian kronologi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

“Informasi awal seperti itu, tapi besok akan kita pastikan secara lengkap, apakah ada faktor di luar kemampuan atau ada hal lain yang menyebabkan kejadian ini,” katanya.

Baca Juga:  Tiga Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Berhasil Diungkap Tim DVI POLRI

Syaifudin menegaskan, kasus ini akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh tenaga kesehatan di Pamekasan agar kembali berpedoman pada standar pelayanan dan etika profesi.

“Kita tidak henti-hentinya mengingatkan agar pelayanan ibu dan anak merujuk pada standar yang ada. Kita punya puskesmas, klinik, rumah sakit hingga praktik mandiri yang sudah terhubung dalam sistem,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, sistem layanan kesehatan di Pamekasan telah dilengkapi dengan mekanisme koordinasi berbasis cluster yang melibatkan dokter spesialis untuk mengantisipasi risiko sejak dini.

“Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk kembali kepada standar profesi dan etika agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (Sukri/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *