Foto: Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (Ist-Karimata.net)

Keamanan WNI Diutamakan, Pemerintah Imbau Penundaan Keberangkatan Umrah

KARIMATAMEDIA, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menghimbau kepada seluruh jemaah umrah, khususnya yang jadwal keberangkatannya dalam waktu dekat, untuk menunda keberangkatan sementara. Himbauan ini disampaikan sebagai langkah kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keselamatan warga negara Indonesia.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan kebijakan tersebut diambil demi memastikan keselamatan dan keamanan seluruh warga negara Indonesia yang akan melaksanakan ibadah umroh.

“Kami ingin menyampaikan menghimbau kepada seluruh jamaah umroh yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara, sampai kondusifitas benar-benar hadir di Timur Tengah,” terang Dahnil.

Baca Juga:  Muhammadiyah Pamekasan Gelar Salat Idulfitri 2026 di 16 Titik, Jamaah Capai 12 Ribu

Ia menjelaskan, kondisi saat ini memiliki dampak terhadap keamanan dan kenyamanan jemaah. Oleh karena itu, Kementerian Haji dan Umrah terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah umroh yang saat ini sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci. Dahnil meminta agar mereka terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, serta perwakilan resmi pemerintah Indonesia lainnya di Arab Saudi.

“Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Luar Negeri siap memfasilitasi, memberikan informasi yang memadai, serta perlindungan bagi jamaah yang sedang berada di Tanah Suci,” ujarnya.

Baca Juga:  Empat Orang Jadi Korban Robohnya Pagar Lapangan Kerapan Sapi Giling Sumenep, Satu Meninggal Dunia

Pemerintah juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, pihak hotel, serta seluruh penyedia layanan terkait agar seluruh kebutuhan dan perlindungan jemaah umroh Indonesia tetap terjamin selama berada di Arab Saudi.

Sementara di Madura, Ismail selaku Wakil Ketua DPRD Pamekasan berharap adanya koordinasi dan komunikasi yang intens antara pemilik travel atau yayasan penyelenggara keberangkatan umrah dan KBIH di Pamekasan dengan petugas Kementerian Haji dan Umrah pusat, guna memastikan keamanan jemaah yang berangkat agar tidak terdampak situasi geopolitik yang terjadi saat ini. (Ayu/Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *