KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Dugaan penipuan travel umrah kembali mencuat. Kali ini dialami Marsuto Alfianto seorang advokat kondang dan pengusaha, yang tetap memberangkatkan 17 jamaah menggunakan dana pribadi setelah tiket dan visa dari pihak travel tak kunjung terbit menjelang keberangkatan.
Alfianto menjelaskan, keberangkatan kali ini merupakan yang kelima menggunakan travel yang sama. Namun berbeda dari sebelumnya, jumlah peserta kali ini paling banyak, mencapai 17 orang, termasuk keluarga, kerabat, kiai, hafiz Al-Qur’an hingga guru ngaji.
Dugaan penipuan tersebut berawal dari pihak travel menawarkan program umrah murah dengan alasan tiket “rontokan” atau sisa pembatalan. Harga yang ditawarkan Rp18,5 juta per orang, jauh lebih murah dari harga normal Rp27,5 juta. Karena tergiur harga dan niat memberangkatkan hafiz Al-Qur’an, Marsuto pun mempercayainya.
Namun dua hari sebelum jadwal keberangkatan 7 Februari, tiket dan visa belum juga ada. Saat dikonfirmasi, pihak travel meyakinkan bahwa keberangkatan tetap aman.
“Katanya aman, tetap berangkat. Tapi sampai tanggal 6 visa belum ada, tiket juga tidak jelas,” ujarnya saat On Air di Dinamika Madura Radio Karimata, Rabu (04/03/2026).
Merasa ada yang tidak beres, Marsuto memutuskan tetap berangkat sesuai jadwal sambil mencari solusi. Dari Surabaya, ia menuju Jakarta dan menghubungi rekannya, seorang pemilik travel yang juga Ketua Empuri Jawa Barat, untuk membantu penerbitan tiket, visa dan hotel.
Akhirnya rombongan berangkat menggunakan Saudia Airlines dari Jakarta ke Jeddah dan pulang dengan Garuda Indonesia (transit Doha). Namun biaya membengkak hingga Rp36,5 juta per orang karena pembelian mendadak, terutama untuk hotel.
Total dana yang telah disetorkan kepada pihak travel sebelumnya mencapai Rp319 juta, sementara keseluruhan dana yang harus disiapkan untuk memberangkatkan 17 orang hampir Rp800 juta. Bahkan, istrinya sempat menggadaikan emas hingga sekitar Rp600 juta demi menutup kekurangan biaya.
Marsuto mengaku telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Baginya, laporan tersebut bukan semata soal uang.
“Saya bukan mengejar uang kembali. Uang insya Allah masih bisa dicari. Saya ingin ini jadi pelajaran, jangan sampai ibadah dibungkus untuk melakukan penipuan,” tegasnya.
Hingga kini, belum ada pengembalian dana maupun itikad penyelesaian dari pihak travel. (Fauzi Lum)
Karimata Media Dinamika Madura