KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Penataan ruang kota, khususnya di kawasan Monumen Arek Lancor, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pamekasan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang momentum Lebaran.
Bupati Pamekasan, K.H. Kholilurahman, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Sekretaris Daerah dan sejumlah OPD terkait telah melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik di pusat kota, termasuk kawasan Arek Lancor. Dari hasil pemantauan tersebut, masih ditemukan sejumlah aspek yang perlu dimaksimalkan, terutama kebersihan dan fasilitas pendukung lainnya.
“Kami sudah melakukan peninjauan di Arek lancor dan beberapa penjuru kota. Ada beberapa yang masih perlu dimaksimalkan dan sudah saya tekankan. Nanti malam juga akan ada pemantauan lanjutan terkait pengamanan, kebersihan, hingga penerangan jalan umum,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, strategi yang akan dilakukan untuk menjaga kebersihan di kawasan yang kini menjadi pusat keramaian itu di antaranya dengan penempatan petugas khusus serta pengangkutan sampah secara rutin.
“Kita akan tempatkan petugas, kemudian pengangkutan sampah bisa dilakukan tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore, agar tidak menumpuk,” jelasnya.
Selain kebersihan, kondisi trotoar juga menjadi perhatian utama. Bupati menyebutkan bahwa saat ini banyak trotoar di Pamekasan dalam kondisi cukup memprihatinkan dan perlu segera ditangani.
“Kondisi trotoar sangat kritis. Ini sudah saya bicarakan dan harus segera direncanakan. Trotoar ini sangat menentukan wajah kota, sehingga perlu dianggarkan secara maksimal,” tegasnya.
Untuk pengawasan, Pemkab berencana mengaktifkan kembali fungsi pos-pos pengamanan di sejumlah simpang strategis. Pos tersebut nantinya tidak hanya berfungsi untuk keamanan, tetapi juga sebagai titik pengawasan penggunaan trotoar dan ketertiban umum.
“Kita akan aktifkan Satpol PP di pos-pos, terutama di simpang empat. Itu bisa menjadi pusat pengawasan agar trotoar difungsikan sebagaimana mestinya,” katanya.
Terkait sanksi bagi pelanggar, Bupati menilai penerapan denda belum menjadi prioritas saat ini. Menurutnya, langkah awal yang lebih penting adalah menyediakan fasilitas dan membangun kesadaran masyarakat.
“Kita utamakan dulu penyediaan tempat sampah yang merata dan membangun kesadaran masyarakat. Kalau langsung denda besar, khawatir malah banyak masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Ia menargetkan penataan kawasan kota, termasuk Arek Lancor dan trotoar, mulai berjalan pada tahun 2026 dengan skema pengerjaan bertahap (multi-years), mengingat keterbatasan anggaran yang ada.
Bupati juga mengakui bahwa tantangan terbesar dalam penataan kota bukan hanya soal anggaran, tetapi juga menyangkut semangat dan kinerja aparatur.
“Kendala terbesar adalah semangat kinerja. Tapi alhamdulillah sekarang sudah mulai tumbuh dan terus kita dorong agar lebih maksimal,” pungkasnya. (Ag/Ns)
Karimata Media Dinamika Madura