Terinspirasi Prestasi Kakak, Adik Tekuni Tartil

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Prestasi di bidang Tahfidz dan Tartil diraih dua siswi SD Al Munawarah Pamekasan, Siti Farika Angelina Rusdi dan Siti Fatika Aina Rusdi. Farika meraih Juara 2 Tahfidz dan Juara 1 Tartil, sedangkan Fatika meraih Juara 2 Tahfidz.

Keduanya merupakan kakak-adik yang sama-sama mendapat pembinaan Tahfidz dan Tartil di sekolah. Farika yang saat ini duduk di kelas enam lebih dulu menekuni Tartil dan mengikuti berbagai perlombaan.

Sementara itu, Fatika yang masih kelas empat mengaku mulai tertarik belajar Tartil setelah melihat sang kakak. Ia kemudian mulai belajar sejak kelas dua dan tetap mengikuti perlombaan ketika ada kesempatan.

“Karena kakak saya pernah menjuarai Tartil, saya juga tertarik dengan Tartil,” kata Fatika saat hadir dalam program Muda Berprestasi dan Inspiratif (MBI) Karimata Media.

Dalam prosesnya, Fatika mengaku belajar Tartil tidak selalu mudah. Namun, kegiatan tersebut tetap dijalani hingga akhirnya mampu mengikuti perlombaan. Ia juga mengaku tidak terlalu memikirkan hasil ketika mengikuti lomba.

Baca Juga:  Bawaslu Pamekasan Beri Keterangan Soal Penurunan APK Paslon 02 di Batu Ampar, Proppo

Menurut Farika, dirinya justru senang melihat adiknya ikut belajar Tartil. Keduanya terkadang berlatih bersama di rumah, termasuk ketika Fatika meminta diajari lagu-lagu Tartil.

“Kadang latihan bareng. Kadang dia belajar lagu baru. Dia minta saya ajari lagu,” ujar Farika.

Farika sendiri mulai mengenal Tahfidz sejak masih TK. Dari kebiasaan menghafal surat-surat pendek, ia kemudian mengikuti sejumlah perlombaan. Selain Tahfidz, Farika juga menekuni Tartil dan harus membagi waktu untuk keduanya.

Ia mengatakan, salah satu kebiasaan yang terus dilakukan adalah murajaah untuk menjaga hafalan. Biasanya, murajaah dilakukan setelah Subuh, sedangkan latihan Tartil dilakukan ketika memiliki waktu setelah Maghrib.

Koordinator Tahfidz SD Al Munawarah, Ustadz Fadil, mengatakan kedua siswi tersebut merupakan hasil pembinaan Tahfidz dan Tartil yang dilakukan sekolah. Program pembinaan tersebut berlangsung secara rutin dan dilanjutkan dengan seleksi bagi siswa yang dinilai memiliki potensi mengikuti perlombaan.

Baca Juga:  Mudik Lebaran, Polres Pamekasan Buka Penitipan Kendaraan Gratis 24 Jam

“Ketika mau menghafal, harus tahu mengatur waktu. Kemudian yang terpenting setelah hafal adalah murajaah, mengulang dan mengulang,” jelas Fadil.

Ia menambahkan, dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan siswa. Menurutnya, sekolah dan keluarga perlu memberikan dukungan yang sejalan agar anak tetap memiliki semangat untuk belajar.

Sementara itu, Ustadzah Haniyah dari bagian kesiswaan SD Al Munawarah menyebut pembinaan prestasi di sekolah tidak hanya dilakukan untuk bidang Tahfidz dan Tartil. Siswa juga diarahkan mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun non-akademik sesuai dengan potensinya.

Untuk Fatika, pihak sekolah melihat masih ada peluang untuk mengembangkan prestasinya ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Sedangkan bagi Farika, pembinaan terus dilakukan agar kemampuan Tahfidz dan Tartil yang sudah dimiliki tetap terjaga. (Ainul/Ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *