KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Generasi muda Madura didorong untuk tidak hanya menjadi penonton dalam berbagai persoalan di sekitarnya, tetapi berani menyampaikan gagasan dan mengambil peran melalui kreativitas. Dorongan tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Sahabat Willy Aditya Madura Fest Vol. 2 yang digelar di Kafe D’Queen, Pamekasan, Sabtu (12/9/2026).
Koordinator Sahabat Willy Aditya, Abd Syakur mengatakan, Madura Fest Vol. 2 dirancang sebagai ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan berekspresi, berkomunikasi, berpikir kritis, sekaligus membangun keberanian tampil di hadapan publik.
“Kegiatan ini kami hadirkan sebagai ruang untuk mengasah talenta-talenta muda Madura, khususnya dalam keberanian berekspresi, kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan di ruang publik. Kami ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan di sekitarnya, tetapi juga berani mengambil peran dan menawarkan gagasan,” ujar Abd Syakur.
Kegiatan yang mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045” tersebut diisi dua kategori perlombaan, yakni Lomba Puisi tingkat SMA sederajat se-Madura dan Lomba Orasi tingkat mahasiswa se-Madura.
Menurut Abd Syakur, kegiatan seperti Madura Fest penting untuk membangun kepercayaan diri generasi muda sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami berharap Madura Fest tidak berhenti pada kompetisi hari ini. Lebih dari itu, kami ingin lahir talenta-talenta muda yang terus berkembang, memiliki daya saing, dan berani membawa gagasan positif dari Madura untuk Indonesia,” lanjutnya.
Indonesia Emas 2045 menjadi momentum penting karena pada tahun tersebut Indonesia akan memasuki usia 100 tahun sekaligus menghadapi bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan generasi muda, baik dari sisi pengetahuan, wawasan, kemampuan berinovasi maupun kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Generasi muda juga memiliki peran strategis dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi, sosial dan budaya. Di bidang ekonomi, anak muda diharapkan tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi mampu melahirkan gagasan, inovasi dan kreativitas yang dapat membuka peluang baru, mendukung UMKM serta mengembangkan potensi ekonomi digital.
Dalam konteks tersebut, Madura Fest Vol. 2 menjadi salah satu wadah untuk melatih kemampuan anak muda dalam menyampaikan ide sekaligus menguji keberanian mereka tampil di ruang publik melalui karya puisi dan orasi.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan secara materiel maupun moril dari kakak Willy Aditya, selaku Ketua Komisi XIII DPR RI Dapil Madura. Dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap pengembangan potensi generasi muda, terutama dalam memberikan ruang untuk berkarya, berkompetisi dan menyampaikan gagasan.
Pada kategori Lomba Puisi tingkat SMA sederajat se-Madura, Juara 1 diraih Tiara Nur Nafilah, Juara 2 Ibnu Hasani dan Juara 3 Noura Shofi Birrinnatika. Sementara Harapan 1 diraih Aufa Fikri Firdaus, Harapan 2 Adiba Najkhan Rizal dan Harapan 3 Alfiana Zakiatul Fikri.
Sedangkan pada kategori Lomba Orasi Mahasiswa se-Madura, Juara 1 diraih Moh Hayyi, Juara 2 Abd. Ghani dan Juara 3 Fauzan. Untuk kategori harapan, Harapan 1 diraih Yatik, Harapan 2 Hendri Hermawan dan Harapan 3 Fifin Afiyah.
Melalui Madura Fest Vol. 2, keberanian berbicara, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Kemampuan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi bekal bagi generasi muda Madura untuk mengambil peran lebih besar dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (Sukri/Faz)
Karimata Media Dinamika Madura