Jenazah Lansia di Perbukitan Togrebe Pegantenan Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang ke Karimata

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Jenazah lansia yang ditemukan di kawasan perbukitan Togrebe, Dusun Secang, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Selasa (27/10/2026) diketahui bernama Muda’i (75), warga Dusun Gunung I, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Berdasarkan keterangan kepolisian, Muda’i diketahui beberapa kali meninggalkan rumah tanpa pamit kepada keluarga. Terakhir, ia meninggalkan rumah pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Larangan Badung mendatangi rumah duka untuk bertakziah, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Kasihumas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, S.H., M.M., menyampaikan bahwa penanganan di rumah duka berlangsung lancar dan situasi kamtibmas di wilayah setempat tetap aman serta kondusif.

Baca Juga:  Larangan Live Streaming ASN, Pemkab Pamekasan Tekankan Disiplin dan Kode Etik

“Proses penanganan di rumah duka berjalan lancar dan situasi kamtibmas di wilayah setempat terpantau aman dan kondusif,” ujarnya.

Pihak keluarga melalui anak kandung almarhum menyatakan telah menerima wafatnya Muda’i sebagai takdir Allah SWT dan tidak mengajukan tuntutan hukum terkait kejadian tersebut.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia, khususnya yang memiliki kebiasaan meninggalkan rumah tanpa pamit, guna mengantisipasi kejadian serupa.

Baca Juga:  Ketua KBIH Al-Mabrur : Pelayanan Haji Tahun Ini Lebih Baik, Hanya Di Mina Perlu Perhatian

Sebelumnya, pihak keluarga juga telah melaporkan informasi kehilangan Muda’i kepada Karimata Media pada Minggu (25/10/2026). Anak almarhum, Sodik, menyampaikan bahwa ayahnya meninggalkan rumah sejak 11 Oktober 2026 dan saat itu belum diketahui keberadaannya.

Dalam laporan tersebut, Sodik menjelaskan bahwa kepergian ayahnya bukan kali pertama terjadi. Keluarga juga menyampaikan ciri-ciri Muda’i, yakni tinggi badan sekitar 150 sentimeter, kulit sawo matang cenderung gelap, serta komunikasi yang kurang lancar karena faktor usia. Saat terakhir terlihat, Muda’i mengenakan baju batik, sarung, dan peci hitam. (Bam/Faz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *