Empat Penghargaan Nasional Diraih Jatim di Hari Kearsipan ke-55, Khofifah Sebut Arsip Penopang Transformasi Digital

KARIMATAMEDIA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih empat penghargaan pada puncak peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 yang berlangsung di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta Selatan.

Empat penghargaan tersebut yakni Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026, Simpul Jaringan Terbaik Nasional Lima Tahun Berturut-turut, Pengawasan Kearsipan Predikat AA atau Sangat Memuaskan, serta Anugerah Memori Kolektif Bangsa (MKB) untuk Arsip Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan periode 1931–1995.

Penghargaan diterima Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Tiat S. Suwardi yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sementara penghargaan MKB turut diterima Ketua Umum Mahkamah Agung Gereja Kristen Jawi Wetan, Pdt. Natael Hermawan Prianto. Seluruh penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala ANRI Mego Pinandito.

Gubernur Khofifah menyampaikan capaian tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun sistem kearsipan yang modern dan berkelanjutan di Jawa Timur.

Baca Juga:  Dua Santri Asal Sampang Jadi Korban Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional selama lima kali menunjukkan pengelolaan arsip di Jawa Timur mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pelayanan publik berbasis digital.

“Arsip saat ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumen penyimpanan, tetapi juga menjadi sumber data penting dalam mendukung keterbukaan informasi, pelayanan publik, hingga pengambilan kebijakan,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, Pemprov Jawa Timur terus memperkuat sistem kearsipan melalui digitalisasi menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE), termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang kearsipan.

Atas berbagai upaya tersebut, Jawa Timur kembali berhasil mempertahankan predikat AA dalam pengawasan kearsipan nasional dari ANRI. Predikat tersebut merupakan nilai tertinggi dalam standar pengawasan kearsipan nasional.

Baca Juga:  Terdaftar Sebagai Anggota Parpol dan Caleg, Dua Anggota PPS Pamekasan Diganti

Khofifah menegaskan konsistensi mempertahankan capaian terbaik nasional menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga tata kelola arsip secara profesional dan berkelanjutan.

Selain itu, penghargaan Memori Kolektif Bangsa diberikan atas keberhasilan penyelamatan arsip Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan hasil kolaborasi antara Pemprov Jawa Timur dan GKJW.

Menurut Khofifah, arsip tersebut memiliki nilai sejarah penting karena merekam perjalanan kehidupan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga dinamika masyarakat Jawa Timur sejak masa kolonial.

“Arsip GKJW menjadi bagian dari jejak sejarah toleransi dan kontribusi masyarakat dalam pembangunan sosial di Jawa Timur,” katanya.

Khofifah berharap penghargaan yang diraih dapat menjadi motivasi untuk terus memperkuat transformasi kearsipan menuju Indonesia Emas 2045 sesuai tema Hari Kearsipan Nasional tahun ini, yakni “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”. (Fauzi/Yan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *