KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Kuota subsidi Pertalite untuk Kabupaten Pamekasan mengalami pengurangan sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara kuota pupuk bersubsidi berkurang hingga 10 ribu ton.
Tabri S. Munir, anggota Komisi II DPRD Pamekasan, mengatakan pengurangan kuota tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan besaran kuota BBM maupun pupuk bersubsidi.
“Untuk Pertalite memang ada pengurangan sekitar 7 persen. dari tahun sebelumnya. Kemudian untuk pupuk, pengurangannya cukup signifikan, sekitar 10 ribu ton,” kata Tabri saat on air di Karimata.
Menurutnya, berkurangnya kuota pupuk bersubsidi salah satunya disebabkan rendahnya daya serap pupuk bersubsidi di Pamekasan pada 2025.
Selain itu, Tabri menilai pemerintah daerah seharusnya lebih cepat melakukan pemetaan kebutuhan serta mengajukan usulan kuota sebelum penetapan dilakukan pemerintah pusat.
“Memang ada faktor daya serap tahun sebelumnya. Tapi pemerintah daerah juga harus lebih responsif dalam memetakan kebutuhan dan mengusulkan kuota sejak awal,” ujarnya.
Sementara untuk Solar bersubsidi, khususnya bagi nelayan, Tabri menyebut sempat ada penambahan kuota sekitar 6 persen. Namun, tambahan tersebut masih dinilai belum mencukupi kebutuhan di lapangan.
“Untuk nelayan, kita sempat mendapatkan tambahan sekitar 6 persen. Tapi kebutuhan idealnya masih sekitar 15 persen,” jelasnya.
Komisi II DPRD Pamekasan, lanjut Tabri, masih berupaya memperjuangkan tambahan kuota dengan melakukan koordinasi bersama Pertamina, PT Pupuk Indonesia, Kementerian ESDM, serta perwakilan DPR RI.
Peluang penambahan kuota pupuk melalui realokasi menjelang Triwulan IV juga masih terbuka. Namun, pemerintah daerah diminta serius melakukan pengawalan agar kebutuhan petani dapat dipenuhi.
“Masih ada peluang realokasi di Triwulan IV. Tetapi ini harus dikawal dan pemerintah daerah harus punya komitmen untuk memperjuangkannya,” pungkas Tabri.
Sementara dari itu, Sri Puji Kabag Perekonomian Pamekasan mengatakan belum ada kepastian pengurangan kuota subsidi BBM dan pukuk. (Fauzi/ag)
Karimata Media Dinamika Madura