Pelatih dan Sejumlah Atlet Taekwondo Pamekasan Saat di Program MBI. (Ist-KarimataMedia)

TI Pamekasan Perkuat Mental Atlet, Bidik Prestasi Lebih Tinggi

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia (TI) Pamekasan terus mematangkan kesiapan atlet, tidak hanya dari sisi teknik dan fisik, tetapi juga mental sebelum turun dalam pertandingan.

Ketua Pengkab TI Pamekasan, Moh. Fajar Maulidi, mengatakan kesiapan mental menjadi salah satu perhatian utama, terutama bagi atlet yang mulai kehilangan kepercayaan diri menjelang pertandingan.

Menurutnya, atlet yang sudah siap bertanding biasanya lebih fokus dan langsung memasuki arena. Sebaliknya, atlet yang belum siap cenderung lebih sulit diajak berkomunikasi.

“Ketika atlet mulai kehilangan kepercayaan diri, kita harus menguatkan mentalnya. Kita ingatkan kembali sudah sejauh mana perjalanan yang sudah dia lalui sampai bisa berada di titik ini,” ujar Fajar saat di program MBI Karimata Media, Minggu (06/09/2026).

Ia menegaskan, atlet tidak boleh larut dalam rasa takut. Keberanian dan keyakinan diri harus sudah dibangun sebelum pertandingan dimulai.

“Jangan sampai takut, harus berani. Persiapan mental itu harus dilakukan sebelum pertandingan,” tegasnya.

Menghadapi kejuaraan provinsi, intensitas latihan atlet juga ditingkatkan. Selain teknik, sejumlah aspek lain seperti power, kecepatan, hingga kemampuan bertanding terus dikejar agar siap ditampilkan ketika berada di arena.

Fajar menyebut perkembangan atlet Taekwondo Pamekasan saat ini semakin meningkat. Ia berharap prestasi para atlet tidak berhenti di tingkat provinsi, tetapi dapat berkembang hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Dalam proses pembentukan atlet, Fajar menilai dukungan orang tua juga memiliki peran penting. Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh atlet dan pelatih, tetapi juga dukungan keluarga.

Baca Juga:  Hardiknas 2026 di Pamekasan Jadi Momentum Penguatan Pendidikan dan Karakter Generasi Muda

“Kalau atlet, pelatih dan orang tua bisa sinkron, itu menjadi salah satu kunci untuk bisa menjadi juara,” katanya.

Ia menambahkan, atlet sendiri tetap menjadi kunci utama. Niat, optimisme dan kemauan untuk memberikan kemampuan terbaik harus tumbuh dari dalam diri atlet.

Sementara itu, atlet Taekwondo Pamekasan, Zakira Esta Riza, mengaku berusaha mengatasi rasa gugup menjelang pertandingan dengan latihan, menenangkan diri, serta berdoa.

Persiapan menghadapi pertandingan telah dilakukan sekitar satu bulan. Selain latihan di tempat latihan, ia juga menambah latihan secara mandiri di rumah.

Hal serupa disampaikan Mahesa Sagara Tegar R. Untuk menghadapi pertandingan, intensitas latihan yang biasanya dilakukan satu kali ditingkatkan menjadi dua kali.

Mahesa mengatakan kondisi fisik menjadi bagian penting dalam pertandingan agar mampu bertahan dan memberikan performa maksimal di arena. Sementara untuk menghilangkan rasa lelah setelah latihan, ia memilih bermain game sebagai salah satu cara untuk beristirahat.

Bagi para atlet, hasil pertandingan juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Nawa Amelia Sholehah, misalnya, mengaku sempat kecewa ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai target. Namun, kekecewaan tersebut tidak boleh berlangsung terlalu lama.

Menurutnya, seorang atlet harus mampu bangkit dan kembali berlatih untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Sentil Pengelola MBG agar Tidak Banyak Ambil Untung

Sementara Adnin Rakhmat Baskoro menekankan pentingnya keberanian untuk melawan rasa takut yang muncul dari dalam diri sendiri. Sedangkan Arsyta Anastasya, yang mulai berlatih sejak kelas 1 SD, menjadi salah satu atlet yang terus menjalani proses pembinaan dan kompetisi.

Dari sejumlah kejuaraan yang diikuti, atlet Taekwondo Pamekasan telah mengumpulkan banyak medali. Prestasi tersebut diraih dalam berbagai ajang, di antaranya Kejuaraan Provinsi Piala Gubernur Jawa Timur antar pelajar periode 2023–2026, Kejurnas Indonesia Challenge Piala Kemenpora, Kejurprov Jatim Open, serta Internasional Ksatria Nusantara PBTI Series.

Berikut catatan perolehan medali sejumlah atlet Taekwondo Pamekasan:

  • Edgina Callista Nurandika Putri: 3 emas, 2 perak, 1 perunggu.
  • Arsyta Anastasya Nurandika Pratiwi: 5 emas, 2 perak, 2 perunggu.
  • Yuniar Dwi Indah Sari: 11 emas, 2 perak, 3 perunggu.
  • Sekar Ayu Davina Oktavia: 34 emas, 2 perak, 4 perunggu.
  • Nawa Amelia Sholehah: 4 emas, 1 perak, 2 perunggu.
  • Mahesa Sagara Tegar R: 20 emas, 5 perak, 4 perunggu.
  • Zavier Hayfa Adam: 12 emas, 6 perak, 5 perunggu.
  • Moh. Raihan Nugroho: 10 emas, 3 perak, 5 perunggu.
  • Hasbi Ar Rauf Hidayat: 16 emas, 6 perak, 4 perunggu.
  • Muhammad Zaky A: 8 emas, 1 perak, 2 perunggu.
  • Adnin Rakhmat Baskoro: 25 emas, 9 perak, 2 perunggu.

Dengan capaian tersebut, TI Pamekasan berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Pamekasan tidak hanya di tingkat Jawa Timur, tetapi juga ke panggung nasional hingga internasional. (Mel/Ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *