KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – BPBD Kabupaten Pamekasan terus melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Selama kurang lebih satu bulan, sebanyak 82 desa yang tersebar di 281 dusun telah masuk dalam penanganan darurat kekeringan.
Akhmad Dhofir Rosidi, S.STP, MM, Kalaksa BPBD Pamekasan mengatakan, distribusi air dilakukan dengan mengerahkan delapan armada. Karena keterbatasan armada, pendistribusian dilakukan secara bergiliran dengan sistem penjadwalan.
“Selama ini kita mengerahkan delapan armada untuk suplai. Jadi dilakukan penjadwalan ke desa dan dusun, agar setiap hari bisa mengcover semuanya, terutama wilayah kering kritis,” katanya.
Menurutnya, delapan armada tersebut setiap hari beroperasi mulai pagi hingga malam untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Penambahan armada juga dinilai akan membantu mempercepat distribusi ke wilayah terdampak.
Dhofir menjelaskan, penanganan kekeringan diawali dengan pemetaan wilayah terdampak, kemudian dilakukan verifikasi dan validasi serta koordinasi dengan pihak Kecamatan. Dari proses tersebut ditetapkan 82 desa yang membutuhkan penanganan.
Namun, kondisi kemarau yang lebih panjang membuat potensi wilayah terdampak masih bisa bertambah. Selain itu, sejumlah sumber mata air juga mulai mengalami penurunan debit.
“Salah satunya di Blumbungan sudah tidak bisa diambil. Faktor alam menjadi salah satu pengaruhnya,” jelasnya.
Dalam pendistribusian, BPBD memberikan prioritas berbeda berdasarkan tingkat kekeringan. Wilayah yang masuk kategori kering kritis mendapat distribusi lebih banyak dibandingkan wilayah kering langka.
Dhofir menambahkan, berdasarkan prediksi BMKG, wilayah Jawa Timur pada November masih memasuki masa transisi menuju musim penghujan. Sementara wilayah Madura diperkirakan masih mengalami kondisi kering, sehingga awal musim penghujan diprediksi baru terjadi pada Desember. (Sol/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura