KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Bagian Perekonomian bersama tim dari Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Dinas Sosial melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 12 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak 3 September 2026.
Sidak tersebut dilakukan menyusul munculnya antrean panjang masyarakat untuk mendapatkan BBM bersubsidi, khususnya solar dan Pertalite, di sejumlah SPBU di Pamekasan.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan, Sri Puji Harijani, mengatakan dari hasil pemantauan, antrean panjang dipengaruhi sejumlah faktor.
Salah satunya adalah keterlambatan distribusi BBM bersubsidi dari Pertamina Patra Niaga Surabaya pada awal September 2026.
Selain itu, terjadi lonjakan permintaan BBM pada Juli hingga Agustus. Kondisi tersebut membuat sejumlah SPBU mengalami kekosongan BBM bersubsidi pada pekan keempat Agustus. Akibatnya, masyarakat beralih dan menyerbu SPBU yang masih memiliki stok sehingga antrean semakin panjang.
“Antrian ini disebabkan beberapa hal, salah satunya keterlambatan distribusi. Selain itu, ada lonjakan permintaan dan masyarakat mulai panic buying,” ujar Sri Puji Harijani.
Faktor lainnya, pengiriman BBM dari Pertamina ke sejumlah SPBU tidak dilakukan secara bersamaan atau serentak.
Sri Puji mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Sebab, pasokan dari Pertamina Patra Niaga Surabaya disebut mulai kembali rutin dikirimkan ke SPBU sejak beberapa hari terakhir.
Pemkab Pamekasan juga meminta pengelola SPBU memperketat penyaluran BBM bersubsidi. SPBU diimbau tidak melayani pembelian menggunakan jeriken tanpa dilengkapi rekomendasi resmi dari lembaga terkait.
SPBU juga diminta memprioritaskan pembelian solar maupun Pertalite yang menggunakan rekomendasi resmi dan berasal dari wilayah Kabupaten Pamekasan terlebih dahulu.
“Selain itu, SPBU diminta tidak melayani sepeda motor yang telah dimodifikasi pada bagian tangki BBM. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi, terlebih apabila terdapat razia dari pihak kepolisian terhadap kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi,’’ tambahnya.
Pemkab Pamekasan berharap masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, sehingga tidak terjadi penumpukan antrean akibat panic buying. (Mel/Suk)
Karimata Media Dinamika Madura