Foto: Kemeriahan Acara Tatorbangan Ritual Culture. (Doc-Karimata)

Tatorbangan Ritual Culture, Tradisi Leluhur yang Terus Dijaga di Tengah Perkembangan Zaman

KARIMATAMEDIA, SUMENEP – Ritual Tatorbangan kembali digelar Pemerintah Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Sumenep, di Balai Desa Torbang, Sabtu (12/09/2026) malam, sebagai upaya mempertahankan tradisi leluhur dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Torbang bersama masyarakat yang terus menjaga keberadaan tradisi tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama agar adat dan tradisi tetap menjadi bagian dari kekayaan daerah.

“Tradisi seperti Ritual Tatorbangan merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terjaga dan lestari,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo.

Ia menyebut, Ritual Tatorbangan tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat serta mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Isi Kekosongan Jabatan, 32 Guru Dilantik Jadi Kepala Sekolah

“Kami mendukung berbagai upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat, menjadi kekayaan budaya yang perlu terus dijaga dan dirawat sebagai identitas daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Tatorbangan Ritual Culture 2026 juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dari enam dusun di Desa Torbang turut menyerahkan air suci dan hasil bumi kepada Bupati Sumenep serta Kepala Desa Torbang Muzanni.

Kepala Desa Torbang Muzanni menjelaskan, penyerahan hasil pertanian tersebut merupakan bentuk penghormatan dan pengabdian masyarakat kepada pemerintah sekaligus ungkapan syukur atas hasil bumi yang dinikmati sepanjang tahun.

Baca Juga:  Libur Nataru 2026, Pelayanan Kesehatan di Pamekasan Tetap Aktif

“Masyarakat menyerahkan hasil pertanian itu, sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian masyarakat kepada pemerintah, serta ungkapan syukur atas hasil bumi yang mereka nikmati sepanjang tahun,” jelas Muzanni.

Pemerintah Desa Torbang berharap tradisi tersebut dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi. Selain menjaga nilai budaya, kegiatan itu diharapkan mampu mempererat persatuan, kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat.

“Kegiatan ini selain melestarikan dan merawat tradisi, juga sebagai wadah silaturahmi masyarakat Desa Torbang dalam rangka membangun desa bersama-sama,” pungkasnya. (Bam/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *