Bayu dan Arsya Bersama Ibunya. (Doc-KarimataMedia)

Bayu dan Arsya, Dua Pecatur Muda Pamekasan dengan Segudang Prestasi

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Dua atlet catur muda asal Pamekasan, Satria Bayu Alfida dan Arsya Hakam Mulia, memiliki cerita berbeda dalam mengenal olahraga catur. 

Keduanya sama-sama berawal dari lingkungan keluarga hingga akhirnya serius menekuni catur dan mengukir sejumlah prestasi.

Satria Bayu Alfida, siswa MAN 1 Pamekasan, mengatakan pertama kali mengenal catur saat duduk di kelas 6 SD. Awalnya, ia hanya bermain karena suka, sebelum kemudian mulai serius menekuni catur sejak kelas 9 SMP.

“Pertama mengenal catur kelas 6 SD. Awalnya hanya suka saja. Mulai menekuni catur ini kelas 9 SMP. Pakde saya yang mengajari pas kelas 6, kemudian almarhum Pak Anwar sampai kelas 3 SMP,” kata Bayu.

Bayu mengaku kini hampir setiap hari bermain catur untuk menjaga kemampuan dan melatih konsentrasi. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan waktu sekitar empat hingga lima jam untuk bermain dan berlatih catur.

Menurutnya, konsentrasi menjadi salah satu hal penting dalam permainan catur. Salah satu pertandingan yang paling berkesan baginya adalah saat mengikuti ajang AKSI, karena menghadapi lawan-lawan yang dinilai cukup sulit.

“Kalau bermain catur harus konsentrasi. Yang paling berkesan saat pertandingan AKSI karena lawannya susah-susah,” ujarnya.

Untuk membagi waktu antara latihan catur dan sekolah, Bayu biasanya mulai mengurangi aktivitas bermain game ketika mendekati pertandingan. Kurang dari sepekan sebelum lomba, waktu latihan diperbanyak, sedangkan sehari sebelum pertandingan justru digunakan untuk beristirahat dan refreshing agar pikiran lebih siap.

“Kalau kurang dari satu minggu, saya mengurangi game dan memperbanyak latihan. H-1 pertandingan semua ditutup, tidak latihan dan tidak main game, refreshing,” tuturnya.

Perjalanan Bayu di dunia catur telah menghasilkan sejumlah prestasi. Di antaranya juara enam COSMIS+ 2022, juara tiga FCB Se-Madura 2023, juara lima GPC Cup Gresik 2023, juara satu Kecamatan Kota 2024, hingga juara satu AKSI dan MGMP pada 2025.

Baca Juga:  Madura United Resmi Rekrut Ahmad Nufiandani untuk Musim 2025/2026

Pada 2025, Bayu juga meraih juara dua MAFIKIBISA PLUSS dan Ramadan Gaming Fest, juara satu Open Tournament Se-Madura Raya Sukirman Hadi Cup, serta peringkat dua kategori Best Player Madrasah Aliyah. Sementara pada 2026, ia meraih juara empat Trisakti Kids Gresik, medali perunggu Smart Kids Chess Competition, dan juara satu Turnamen Catur Madura.

Sementara itu, ibu Bayu, Endang, mengatakan dirinya selalu memberikan dukungan kepada sang anak. Ia mengaku harus terus mengingatkan Bayu ketika mulai malas berlatih.

“Kalau anak malas harus diingatkan. Bayu kalau kalah pertandingan biasanya nangis,” ungkap Endang.

Menurutnya, mengikuti berbagai turnamen tentu membutuhkan pengorbanan, baik dari sisi waktu maupun biaya. Ketika akan menghadapi event tertentu, Bayu juga harus menambah waktu latihan agar lebih siap.

Cerita serupa juga datang dari Arsya Hakam Mulia, atlet catur siswa Lawangan Daya 2 Pamekasan. Arsya mengenal catur dari sang kakek. Awalnya ia mengaku bingung dengan permainan catur, namun lama-kelamaan justru merasa tertarik dan terus bermain untuk melatih konsentrasi.

“Kakek saya yang mengajarkan bermain catur. Awalnya bingung bermain catur, tapi lama-lama menarik. Saya main terus untuk melatih konsentrasi,” ujar Arsya.

Dari berbagai turnamen yang diikutinya, Arsya menyebut piala dari Cap Kapal menjadi salah satu yang paling disukai karena diraih melalui perjuangan yang menurutnya cukup berat. Untuk mengurangi rasa grogi ketika bertanding, ia juga selalu ditenangkan oleh sang mama.

Target berikutnya, Arsya ingin meraih juara di tingkat Kejurprov dan berharap bisa melanjutkan prestasi hingga tingkat nasional.

“Target terdekat ingin juara Kejurprov, kalau bisa sampai nasional,” katanya.

Arsya juga telah mengoleksi sejumlah prestasi sejak 2023. Di antaranya juara tiga Cap Kapal Checkmate Championship Series 6 dan Cong Wahyu Cup pada 2023, serta juara tujuh Open Tournament Catur Se-Jawa Timur dalam rangka HUT BMCC ke-11.

Baca Juga:  Tak Direstui Orang Tua, Satu Orang CPNS Pamekasan Mundur dari Jabatan

Pada 2024, Arsya meraih juara tiga Madura Chess Championship, juara harapan satu Lomba Catur Cepat COSMIS+ 6th, juara satu PORSADIN VI, serta juara dua Catur Putra tingkat SD/MI.

Prestasinya berlanjut pada 2025 dengan meraih juara dua Lomba Catur Cepat COSMIS+ 7th. Sedangkan pada 2026, Arsya berhasil meraih juara dua Kejuaraan Catur Open Tournament Bawang Mas Cup, juara satu Seleksi Kejurprov kategori SD tingkat Kabupaten, dan juara satu Turnamen Catur Madura 2026.

Ibu Arsya, Rini, mengatakan sejak awal dirinya dan keluarga memberikan dukungan penuh terhadap minat anaknya. Arsya pertama kali mengikuti lomba saat masih SD di SMP 5 Pamekasan dan kemudian bergabung dengan Percasi.

“Awalnya diajari kakeknya. Pertama ikut lomba di SMP 5 Pamekasan tingkat SD, kemudian gabung di Percasi,” jelas Rini.

Rini mengaku terus memotivasi Arsya ketika mulai malas latihan. Salah satu cara yang dilakukan adalah memberikan target bermain agar anak tetap memiliki semangat berlatih.

“Minimal harus main sepuluh kali. Kalau menang pertandingan, nanti diberikan hadiah, sehingga anak termotivasi,” ungkapnya.

Menurut Rini, Arsya langsung menangis setelah kalah dalam pertandingan. Meski demikian, Rini memastikan akan terus memberikan dukungan dan mendampingi Arsya dalam setiap kompetisi. 

Ia juga berpesan agar sang anak tidak mudah menyerah dan memahami bahwa teguran orang tua diberikan demi kebaikannya.

“Maafkan Mama ketika marah. Marahnya Mama untuk mendidik Arsya, karena ini untuk kebaikan Arsya,” pesannya.

Kisah Bayu dan Arsya menunjukkan bahwa prestasi di dunia catur tidak hanya lahir dari kemampuan bermain, tetapi juga membutuhkan latihan, konsentrasi, dukungan keluarga, serta kemauan untuk terus belajar dari setiap pertandingan. (Mel/Lum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *