KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Sebanyak 154 pecatur dari empat kabupaten di Madura, yakni Pamekasan, Sumenep, Sampang dan Bangkalan, mengikuti Turnamen Catur Madura (TCM) 2026 di SD Negeri Laden 1 Pamekasan, Minggu (23/08/2026).
Turnamen yang diselenggarakan PERCASI Kabupaten Pamekasan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana silaturahmi, pembinaan atlet usia dini dan junior, serta penjaringan bibit pecatur potensial di Madura.
Kegiatan tersebut juga digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui olahraga catur, para peserta diajak mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif sekaligus mengenang dan menghormati jasa para pahlawan.
Ketua Panitia Pelaksana, Heri Kusmanto, S.IKom, menjelaskan Turnamen Catur Madura 2026 mempertandingkan tiga kategori utama.
Kategori tersebut meliputi Junior SD/MI, Junior SMP/MTs/SMA/SMK/MA, serta kategori Senior Madura Raya yang mencakup peserta dari Pamekasan, Sumenep, Sampang dan Bangkalan.
Dari total 154 peserta, kategori SD/MI diikuti 59 pecatur, kategori SMP/MTs/SMA/SMK/MA sebanyak 70 peserta, sedangkan kategori senior diikuti 25 peserta.
Selain kategori utama, panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk mendukung pembinaan pecatur putri, yakni Putri SD Terbaik dan Putri SMP/SMA Terbaik. Pemenang kategori tersebut mendapatkan uang pembinaan, piala dan voucher.
Pertandingan ini menggunakan sistem Rapid Chess 10+3, yakni setiap pemain mendapatkan waktu 10 menit dengan tambahan tiga detik setiap langkah. Format pertandingan menggunakan Swiss System sebanyak tujuh babak, sesuai ketentuan dan peraturan PERCASI.
Ketua PERCASI Kabupaten Pamekasan Djuwarijanto menyampaikan bahwa Turnamen Catur Madura 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembinaan pecatur muda dan pengembangan olahraga catur di wilayah Madura.
“Kami berharap Turnamen Catur Madura ini menjadi wadah untuk melahirkan pecatur-pecatur berprestasi, khususnya dari kalangan pelajar, sekaligus mempererat silaturahmi antar catur se-Madura,” ujarnya.
Selain itu, Waka KONI Pamekasan, H. Sutejo, menilai turnamen seperti ini penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet catur. Menurutnya, atlet senior harus memiliki penerus melalui pembinaan berjenjang sejak usia dini.
“Menang kalah itu tidak usah dipikir, yang penting mainnya maksimal. Sering mengadakan lomba dan latihan, itu kunci keberhasilan, terutama yang dari pemula-pemula ini,” ujar H. Sutejo.
Ia berharap para pecatur muda terus mengikuti program latihan yang diberikan pelatih. Menurutnya, turnamen juga menjadi kesempatan bagi pelatih untuk mengevaluasi kemampuan atlet, termasuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang perlu diperbaiki.
H. Sutejo bahkan berharap dari proses pembinaan tersebut akan lahir pecatur muda yang mampu membawa medali untuk Pamekasan pada Porprov Jawa Timur 2027.
“Ditekuni, sehingga nanti di Porprov 2027 mudah-mudahan untuk catur ini akan membawa medali. Kalau dulu kan jagoannya Bimo, mudah-mudahan sekarang ada Bimo di bawahnya,” katanya.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, orang tua atau wali peserta, panitia, pihak sekolah, sponsor, donatur serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Turnamen Catur Madura 2026.
“Kesuksesan Turnamen Catur Madura 2026 merupakan hasil kerja bersama. Kami berharap seluruh pertandingan berlangsung sportif, tertib, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” ungkapnya. (Lumi/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura