Foto: Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Pamekasan, Achmad Kusairi. (Ist-Karimata)

Pamekasan Economic Fest Catat Perputaran Uang Hingga Rp1,5 Miliar dalam Sembilan Hari

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pamekasan Economic Fest yang digelar melalui kolaborasi HIPMI Pamekasan dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan mencatat perputaran ekonomi yang cukup signifikan. Selama sembilan hari pelaksanaan (1-9/06/2026), nilai transaksi yang terjadi diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar.

Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pamekasan Achmad Kusairi, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar bertepatan dengan Momentum Hari Kewirausahaan Nasional yang diperingati setiap 10 Juni sekaligus hari lahir HIPMI.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut adalah mendorong pergerakan ekonomi daerah melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah Kabupaten Pamekasan memberikan ruang kepada HIPMI untuk menghadirkan pelaku UMKM dari berbagai daerah, termasuk pelaku usaha lokal dan UMKM binaan HIPMI.

“Alhamdulillah dari sembilan hari itu perputaran duit kurang lebih menyentuh angka Rp1,3 miliar sampai Rp1,5 miliar. Karena setiap malam kami melakukan evaluasi dan pendataan penghasilan dari masing-masing peserta,” ujar Qusairi saat On Air di Radio Karimata, Jumat (12/6/2026) pagi.

Baca Juga:  Pembelian Perdana H. Her Dibuka, Petani Antarkan Tembakau Langsung ke Gudang

Ia mengaku sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir selama penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Tingginya minat pengunjung menjadi bukti bahwa kegiatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM mendapat respons positif dari masyarakat,” ucapnya.

Terkait evaluasi pelaksanaan kegiatan, Qusairi mengakui persiapan Pamekasan Economic Fest dilakukan dalam waktu yang cukup terbatas. Meski demikian, kegiatan tetap berjalan sukses dan mampu menarik perhatian masyarakat serta pelaku usaha.

“Banyak pelaku UMKM yang sebenarnya ingin terlibat dalam kegiatan seperti ini. Namun karena keterbatasan waktu dan ruang, kami belum bisa mengakomodasi semuanya. Ke depan kami berharap kegiatan serupa bisa diagendakan kembali secara berkelanjutan bersama pemerintah daerah dan melibatkan lebih banyak pihak,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa tidak hanya akan dipusatkan di kawasan Arek Lancor, tetapi juga berpotensi digelar di sejumlah titik lain di Kabupaten Pamekasan dengan skala yang lebih besar.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Catat Angka Kecelakaan Selama Operasi Ketupat Naik Dibandingkan Tahun 2023

Kusairi optimistis kondisi perekonomian Pamekasan saat ini berada dalam kondisi yang baik. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha harus terus diperkuat melalui kegiatan yang mampu menghadirkan partisipasi masyarakat secara luas.

“Tantangan pasti ada, tetapi optimisme yang kami bangun bersama pemerintah menjadi sinyal bahwa ekonomi Pamekasan baik-baik saja dan harus terus didorong melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Ke depan, HIPMI Pamekasan tidak ingin penguatan UMKM berhenti pada penyelenggaraan Pamekasan Economic Fest semata. Organisasi tersebut berencana mendorong lahirnya platform yang dapat menjadi wadah pengembangan UMKM, termasuk memperluas akses permodalan dan peluang usaha.

“Yang paling penting bagaimana ada ruang dan wadah bagi teman-teman UMKM untuk naik kelas, mendapatkan akses permodalan, dan terus berkembang. Karena itu kami akan menyiapkan platform yang nantinya dapat diajukan kepada pemerintah untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Pamekasan.” Pungkasnya. (Bam/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *