Usai Tunaikan Wukuf, Jamaah Haji Asal Pamekasan Berpulang di Tanah Suci

KARIMATA.NET, ARAFAH – Jamaah haji lansia asal Pamekasan yang tergabung dalam Kloter 95 Embarkasi Surabaya (SUB 95) dari KBIH Al-Miftah meninggal dunia usai pelaksanaan Wukuf di Arafah, Kamis (5/6/2025) malam waktu Arab Saudi.

Ketua Kloter SUB 95, Ahad Ridwan, mengonfirmasi bahwa jamaah yang wafat adalah Hj. Hasiyeh binti Habidin, usia 87 tahun, asal Dusun Kembang I, Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

“Almarhumah memang sudah sakit sejak tiba di Mekkah. Ia sempat jatuh pingsan saat menjalani umrah wajib. Beliau wafat sekitar pukul 19.20 WAS, tak lama setelah pelaksanaan Wukuf di Arafah,” jelas Ahad Ridwan.

Baca Juga:  Polio Ditemukan di Pamekasan, Yuk Kenali Ciri dan Gejalanya!

Lebih lanjut dijelaskan bahwa keluarga yang turut mendampingi di tanah suci—terdiri dari suami, anak, dan menantu—telah mengikhlaskan kepergian almarhumah di momen istimewa bagi umat Islam. Rencananya, jenazah Hj. Hasiyeh akan dimakamkan di pemakaman Ma’la, Mekkah, dan seluruh proses pemulasaran akan ditangani langsung oleh Syarikah Rifad.

Dokter Kloter SUB 95, dr. Riska, menjelaskan bahwa almarhumah memiliki riwayat penyakit yang cukup serius.

“Pasien ini mengalami hipertensi, asma, dan dehidrasi berat. Sayangnya, tidak dibawakan obat rutin dari rumah, dan data kesehatan dari Pamekasan menyatakan diagnosa Z00, artinya tidak ada keluhan,” ungkap dr. Riska.

Baca Juga:  Hadapi Semen Padang FC, Madura United Optimistis Bangkit dari Kekalahan

Ia menyayangkan ketidaksesuaian data medis awal yang menyebabkan keterlambatan dalam penanganan.

“Ini harus menjadi evaluasi bersama. Ketika data kesehatan tidak sesuai kondisi riil, kami di lapangan menjadi tidak bisa segera memberikan tindakan medis yang tepat sejak awal,” tambahnya.

Meninggalnya Hj. Hasiyeh menjadi pengingat pentingnya transparansi dan ketelitian dalam pemeriksaan kesehatan jamaah haji, terutama yang lanjut usia atau memiliki penyakit bawaan. Kejadian ini juga menjadi sorotan untuk perbaikan prosedur medis dari daerah asal sebelum keberangkatan ke tanah suci. (Ziyad/Bam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *