Polio Ditemukan di Pamekasan, Yuk Kenali Ciri dan Gejalanya!

Kesehatan, Nasional, News935 Dilihat

KARIMATA.NET, PAMEKASAN – Polio merupakan salah satu penyakit yang dikhawatirkan oleh masyarakat karena bisa menyebabkan kelumpuhan serta kematian. 

Setelah dinyatakan bebas dari polio sejak tahun 2014, Indonesia kembali mendapatkan kasus polio yang menyerang anak usia 7 tahun.

Sri Agustini, S.Kep Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi (Survim) Dinkes Pamekasan mengatakan, virus polio tidak memiliki gejala secara khusus, akan tetapi secara tiba-tiba anak yang terjangkit virus tersebut langsung lemas dan beresiko mengalami kelumpuhan dan berakibat fatal.

“Anak yang terserang Polio akan lumpuh layu tanpa sebab, terkadang saat bermain langsung lemas dan lunglai, nah jika sudah ada gejala seperti itu perlu dicurigai,” ujarnya, Jumat (19/01/2024) siang.

Ia menyampaikan, sampai saat ini pemerintah belum menemukan obat yang bisa menyembuhkan virus Polio yang menyerang pada anak-anak.

“Sampai saat ini belum ada obat, oleh karena itu Pemerintah menggencarkan program Sub PIN Polio, apalagi di Pamekasan sudah ditemukan kasus,” tegasnya.

Diketahui bahwa Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus bernama polio. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, hingga yang paling fatal adalah kematian.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, penyakit polio rentan terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun, terutama anak yang belum imunisasi polio. Meskipun mayoritas menyerang balita, namun polio dapat menyerang siapa saja tanpa batasan usia.

Dari hasil penelitian, kebanyakan penderita yang terinfeksi virus polio (sekitar 72 dari 100) tidak akan memiliki gejala awal yang khas. Namun, ada beberapa keluhan seperti Sakit tenggorokan, demam, kelelahan, sakit kepala, mual, muntah, dan sakit perut.

Gejala ini biasanya berlangsung 2 sampai 5 hari, kemudian hilang dengan sendirinya.

Sementara pada kasus fatal, orang dengan infeksi virus polio akan mengalami gejala lebih serius, seperti Paresthesia (rasa kesemutan di kaki), Meningitis (infeksi pada penutup sumsum tulang belakang dan/atau otak)

Kelumpuhan (tidak dapat menggerakkan bagian tubuh) atau kelemahan pada lengan, kaki, atau keduanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *