Perpustakaan Umum M. Tabrani Pamekasan (Ist - Karimatafm)

Peringati Hari Buku, Literasi di Pamekasan Meningkat Lewat Pusling dan Digital

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN — Minat baca masyarakat di Kabupaten Pamekasan menunjukkan tren positif. Dinas Perpustakaan setempat mencatat kunjungan pelajar dari berbagai jenjang, mulai SD, SMP hingga SMA, terus mengalami peningkatan seiring dengan gencarnya sosialisasi melalui media sosial dan program perpustakaan keliling (pusling).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan, Munapik, S.Ag, M.Pd.I, menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan tersebut tidak lepas dari strategi aktif yang dilakukan pihaknya, termasuk memanfaatkan platform digital untuk menjangkau masyarakat luas serta memperluas layanan literasi hingga ke pelosok.

“Alhamdulillah, kunjungan dari adik-adik, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA semakin hari semakin meningkat. Kami memang aktif melakukan sosialisasi melalui media sosial dan respon masyarakat luar biasa,” ujarnya.

Meski demikian, Munafi mengakui bahwa minat membaca buku fisik masih cenderung stagnan dibandingkan dengan literasi digital. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat tahun 2025, minat membaca buku manual berada di angka 62 persen, sementara literasi digital mencapai sekitar 70 persen.

Baca Juga:  Tim Gabungan Sisir Sungai Blega, Remaja Hilang Belum Ditemukan

“Memang sekarang masyarakat lebih banyak menggunakan media digital. Tapi kami tetap mendorong keduanya, baik membaca buku manual maupun digital, agar masyarakat tetap datang dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Perpustakaan terus mengembangkan program perpustakaan keliling. Jika pada tahun 2025 layanan pusling menjangkau 60 titik, maka pada tahun 2026 meningkat menjadi 70 titik meskipun terdapat efisiensi anggaran pemerintah.

Selain itu, pihaknya juga memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. Melalui program nota kesepahaman (MoU), perpustakaan memberikan layanan peminjaman buku secara berkala serta pelatihan kepustakaan dan kearsipan bagi sejumlah instansi.

Baca Juga:  Polres Sumenep Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan Sepeda Motor

Munafi menjelaskan bahwa kunjungan ke perpustakaan kini bersifat multisegmen, mulai dari anak usia PAUD hingga kalangan mahasiswa bahkan dosen. Kegiatan seperti outing class juga menjadi salah satu daya tarik, di mana pelajar dapat belajar di luar kelas untuk mengurangi kejenuhan.

“Semua segmen sudah mulai masuk, dari PAUD sampai umum. Hanya memang dari kalangan santri masih terbatas karena harus izin pengasuh. Padahal kami memiliki banyak kitab rujukan yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Munafi mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan budaya membaca, terlebih dalam momentum Hari Buku.

“Membaca adalah jendela dunia. Tanpa membaca, sulit rasanya untuk menguasai dunia,” pungkasnya. (Anisa/Sl)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *