KARIMATAMEDIA, SUMENEP— Dinamika arus mudik Lebaran di Terminal Arya Wiraraja Sumenep pada H-1 Hari Raya Idul Fitri Jumat (20/03/2026) menunjukkan tren yang relatif landai.
Setelah sempat mengalami lonjakan signifikan beberapa hari sebelumnya, pergerakan penumpang kini terpantau lebih terkendali dan tidak seramai periode puncak.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Arya Wiraraja Sumenep, Imam Handoko, menyampaikan bahwa puncak arus mudik tahun ini terjadi lebih awal dibandingkan pola umum yang biasanya mendekati hari Lebaran.
“Untuk puncak arus mudik terjadi pada H-5, dengan jumlah penumpang mencapai 999 orang. Selanjutnya pada H-4 hingga H-2, jumlah penumpang masih tergolong tinggi, berkisar di angka 800-an,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (20/3).
Namun, memasuki H-1 Lebaran, intensitas pergerakan penumpang justru mengalami penurunan. Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana terminal tampak lebih lengang dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Menurut Imam, kondisi ini dipengaruhi oleh adanya sebagian masyarakat yang telah lebih dahulu melaksanakan perayaan hari raya, sehingga distribusi arus mudik menjadi tidak terpusat pada satu waktu.
“Untuk H-1 saat ini masih landai, cenderung agak sepi. Kemungkinan karena sebagian masyarakat sudah merayakan hari raya hari ini,” jelasnya.
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, rata-rata jumlah penumpang di Terminal Arya Wiraraja berada di kisaran 500 orang per hari. Dengan demikian, meskipun terjadi peningkatan selama periode mudik, pola pergerakan tahun ini menunjukkan penyebaran yang lebih merata dan tidak mengalami penumpukan ekstrim menjelang Lebaran.
Dari sisi layanan transportasi, pihak terminal memastikan bahwa hingga saat ini belum dilakukan penambahan jadwal maupun armada bus, baik untuk rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Kendati demikian, langkah antisipatif tetap disiapkan apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan penumpang.
“Sementara ini belum ada penambahan. Namun apabila terjadi lonjakan penumpang dan membutuhkan tambahan armada, kami akan langsung menyesuaikan di lapangan,” tegas Imam.
Lebih lanjut, ia memprediksi bahwa potensi peningkatan jumlah penumpang justru akan terjadi pada arus balik Lebaran. Hal ini mengacu pada pola tahunan di mana mobilitas masyarakat setelah hari raya cenderung lebih tinggi dibandingkan saat arus mudik.
“Biasanya arus balik memang lebih besar dibandingkan arus mudik,” tambahnya.
Berdasarkan data pergerakan penumpang, arus mudik tahun ini didominasi oleh penumpang dari wilayah Jabodetabek untuk layanan bus AKAP. Sementara itu, untuk layanan AKDP, lonjakan penumpang berasal dari kawasan Tapal Kuda, yang meliputi Situbondo, Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Bondowoso, hingga Lumajang.
Secara keseluruhan, kondisi arus mudik di Terminal Arya Wiraraja Sumenep pada H-1 Lebaran dapat dikatakan relatif kondusif. Tidak adanya lonjakan signifikan pada hari terakhir menjelang Lebaran menjadi indikasi bahwa mobilitas masyarakat telah terdistribusi sejak beberapa hari sebelumnya.
Dihimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memperhatikan jadwal keberangkatan guna memastikan kelancaran perjalanan, khususnya menjelang dan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. (Ainul/Ns)
Karimata Media Dinamika Madura