KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Kreativitas dua siswi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Falah III, Yayasan Sunan Kalijaga Larangan, Pamekasan, berhasil mengubah limbah kulit pisang dan semangka menjadi produk es krim yang memiliki nilai guna.
Kedua siswi tersebut adalah Nadilla Karamaya dan Syafiqa Nurul Aini, kelas V (A) yang tergabung dalam program Pioneer Inspirative Class (PIC) MIS Al-Falah III. Melalui inovasi tersebut, keduanya berhasil meraih Juara 1 kategori Produk Pembelajaran Pemanfaatan Limbah dalam ajang Lomba Hari Guru Nasional (HGN) tingkat Kabupaten Pamekasan.
Guru Pembimbing Riset MIS Al-Falah III, Rizal Alfan, menyampaikan bahwa inovasi tersebut berawal dari kepedulian terhadap limbah organik, khususnya kulit buah yang tersisa dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, kedua siswi tersebut kemudian mengembangkan produk bernama COOL NAWA (Coolit Banana Watermelon Cream) dengan memanfaatkan kulit pisang dan kulit semangka yang selama ini kerap dibuang sebagai sampah.
“Melalui pendampingan program PIC, kedua siswi ini mencoba mengolah limbah kulit pisang dan kulit semangka menjadi produk es krim. Prosesnya melalui beberapa kali percobaan hingga menghasilkan tekstur yang menyerupai es krim pada umumnya,” ujar Rizal Alfan.
Ia menjelaskan, inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pembuatan produk makanan, tetapi juga memberikan pembelajaran kepada siswa tentang pemanfaatan limbah dan kepedulian terhadap lingkungan.
Rizal menambahkan, pemanfaatan sisa kulit buah dari program MBG diharapkan dapat membuka pemahaman bahwa limbah organik masih memiliki potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
“Melalui kegiatan riset ini, kami ingin menanamkan bahwa anak-anak juga bisa menghasilkan karya dan memberikan solusi sederhana terhadap persoalan lingkungan di sekitarnya,” tambahnya.
Keberhasilan Nadilla dan Syafiqa menjadi kebanggaan keluarga besar MIS Al-Falah III Yayasan Sunan Kalijaga Larangan. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi dapat dikembangkan sejak usia sekolah dasar melalui pembelajaran dan pendampingan yang tepat.
Melalui COOL NAWA, kedua siswi tersebut tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya mengurangi limbah dan memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar. (sol/mel)
Karimata Media Dinamika Madura