Angin kencang - foto ilustrasi - ist karimata media

Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem di Jatim, Warga Madura Diimbau Waspada

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo mengimbau masyarakat di Pulau Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan petir dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan BMKG Juanda, Fery, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang dirasakan masyarakat akhir-akhir ini dipengaruhi oleh keberadaan beberapa bibit siklon tropis di wilayah perairan Indonesia. Dari tiga bibit siklon tropis yang terpantau, yakni 90S, 93S, dan 92B, yang paling berpengaruh terhadap wilayah Jawa Timur adalah bibit siklon tropis 90S.

“Untuk wilayah Indonesia saat ini dipengaruhi oleh tiga bibit siklon tropis yaitu 90S, 93S, dan 92B. Dari ketiganya, yang paling berpengaruh untuk wilayah Jawa Timur khususnya adalah siklon tropis 90S,” kata Fery.

Baca Juga:  Parkir Liar di Kawasan Arek Lancor, Kartu Parkir Tak Resmi Jadi Sorotan

Ia menjelaskan, posisi bibit siklon tropis 90S saat ini berada di sekitar 11,7 derajat Lintang Selatan dan 109,2 derajat Bujur Timur atau di Samudera Hindia bagian selatan Jawa Timur. Sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam dengan tekanan pusat sekitar 992 hektopaskal.

Menurutnya, bibit siklon tropis tersebut diperkirakan bergerak perlahan ke arah timur dalam 24 jam ke depan dan berpotensi memicu peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Jawa Timur.

“Dampaknya bisa berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari,” jelasnya.

Fery menambahkan, fenomena siklon tropis bukanlah kejadian langka karena hampir setiap tahun terjadi di wilayah perairan Samudera Hindia maupun Samudera Pasifik. Siklon tropis terbentuk akibat adanya pusat tekanan rendah di wilayah perairan tersebut.

Baca Juga:  Madura United Tambah Amunisi Asing, Emerson Souza Jadi Harapan Bangkit Laskar Sape Kerrab

Sementara itu, kondisi cuaca saat ini juga bertepatan dengan periode pancaroba atau masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar April mendatang.

BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat. Selain itu, masyarakat pesisir dan para nelayan juga diminta memperhatikan potensi peningkatan kecepatan angin serta gelombang laut.

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG serta melakukan langkah mitigasi sejak dini untuk meminimalkan dampak dari kondisi cuaca ekstrem,” pungkasnya.(Sukri/Bam)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *