KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pinjaman modal usaha berbunga rendah.
Pemkab Pamekasan menyiapkan total anggaran sebesar Rp15 miliar yang disalurkan melalui dua skema pembiayaan, yakni dana mudah dan program Wirausaha Baru (WUB).
Achmad Sjaifudin, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM-Naker) Kabupaten Pamekasan, mengatakan bahwa dua tipe pinjaman tersebut memiliki perbedaan sasaran dan tingkat bunga. Dana mudah diberikan dengan bunga sekitar 6 persen, sementara program WUB menawarkan bunga jauh lebih rendah, yakni hanya 1 persen.
“Program WUB ini merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang diluncurkan oleh bupati sebelumnya. Tujuannya untuk menghidupkan ekonomi lokal melalui pelatihan, pendampingan, hingga pengurusan izin usaha,” ujarnya saat On Air di Dinamika Madura, Selasa (10/02/2026).
Ia menjelaskan, pelaku usaha yang dapat mengakses modal usaha dengan bunga satu persen adalah mereka yang telah mengikuti pelatihan WUB, memiliki usaha mandiri yang sudah berjalan, serta mengantongi izin usaha lengkap. Saat ini, tercatat sebanyak 10.000 pelaku usaha tergabung dalam program WUB.
Dari total anggaran Rp15 miliar tersebut, sekitar Rp6 miliar dialokasikan untuk skema dana mudah, sedangkan Rp9 miliar khusus diperuntukkan bagi pelaku usaha WUB. Pelaku UMKM dapat mengajukan pinjaman dengan limit antara Rp5 juta hingga Rp50 juta.
“Persyaratan untuk meminjam modal salah satunya harus memiliki usaha. Nantinya kami hanya bersifat memberikan rekomendasi, sedangkan asesmen kelayakan sepenuhnya dilakukan oleh BPRS Jatim,” jelasnya.
Selain pembiayaan modal, Diskop UKM-Naker Pamekasan juga bekerja sama dengan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur dalam fasilitasi Sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Saat ini, sebanyak 25 pelaku UMKM tengah diproses untuk memperoleh HAKI dan akan dilanjutkan dengan sertifikasi halal.
Ke depan, pihaknya juga menyiapkan penguatan kapasitas UMKM pasca-Lebaran. Program tersebut mencakup pengembangan digital marketing yang akan bekerja sama dengan platform Shopee, hingga penguatan konten dan kemitraan dengan ritel modern seperti Indomaret agar produk UMKM Pamekasan bisa dipajang dan dipasarkan secara lebih luas.
“Saya berharap para alumni WUB benar-benar memanfaatkan keterampilan yang sudah didapat. Manfaatkan dana yang tersedia di BPRS Jatim dengan bunga sangat rendah ini untuk mengembangkan usaha, mumpung kesempatan dan fasilitasnya masih ada,” pungkasnya. (Melli/Suk)
Karimata Media Dinamika Madura