KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diluncurkan Kementerian Agama (Kemenag) RI pada 2025 upaya pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, spiritualitas, dan kemanusiaan sebagai fondasi utama. KBC bukan menggantikan Kurikulum Merdeka, melainkan penguatan nilai pendidikan untuk menciptakan Madrasah Ramah Anak yang aman dari kekerasan dan perundungan.
Untuk memaksimalkan program tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan menggelar “Ngaji Bareng” yang mengusung tema Insersi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG MI) Kecamatan Pegantenan yang dihadiri beberapa tokoh penting dalam dunia pendidikan. Acara digelar di Aula Gusdur lantai 2 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, Selasa, (10/02/2026) siang.
Hadir dalam acara ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, Mawardi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif KKG MI Pegantenan. Beliau menyatakan bahwa Pegantenan sering menjadi pelopor dalam kegiatan pengembangan guru dibandingkan kecamatan lainnya.
“Saya paling sering menghadiri acara-acara seperti ini ya hanya di Kecamatan Pegantenan. Terakhir kemarin saya hadir di acara Pramuka (KMD) yang dilaksanakan oleh KKM itu, sekaligus waktu itu lanjut monitoring Madrasah Adiwiyata di Kecamatan Pegantenan,” kata Mawardi.
Ia juga berharap dukungan semua pihak agar program peningkatan kualitas pendidikan khususnya di bawah Kemenag bisa berjalan maksimal.
“Hebat Pegantenan ini, tepuk tangan untuk Pegantenan. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan guru dalam menghadapi tuntutan pendidikan saat ini,” ujarnya, seraya mendorong guru untuk merubah pola pikir dan meninggalkan metode lama.
Jajaran pemateri terdiri dari pengawas madrasah Kecamatan Pegantenan yang berperan penting dalam mensukseskan acara ini. Sebanyak 84 peserta, yang terdiri dari guru kelas dan guru mata pelajaran dari berbagai madrasah di Pegantenan, turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Sebelumnya, Fathor Rofiq, Ketua KKG MI Pegantenan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan Aula Gusdur sebagai lokasi kegiatan bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga untuk mengenalkan letak dan kondisi Kantor Kementerian Agama kepada guru-guru MI Pegantenan, yang banyak di antaranya belum pernah mengunjungi kantor tersebut, lebih-lebih Kantor Kemenag ini juga sudah pindah ke lokasi yang baru. Fathor Rofiq juga melaporkan bahwa
Acara ini dirancang dengan metode in-on-in selama lima hari; dua hari pertama dilaksanakan di Aula Gusdur Lantai 2 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, sementara tiga hari berikutnya dilaksanakan di madrasah masing-masing sebagai tindak lanjut implementasinya.
Kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Badrus Shomad, Kasi Pendma, menandai berakhirnya sesi pembukaan acara hari ini dengan harapan bahwa semangat dan ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dan diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para guru MI Kecamatan Pegantenan dapat lebih siap dan bersemangat dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman, serta menanamkan nilai-nilai cinta dalam kurikulum pendidikan mereka. (Hendra /SL)
Karimata Media Dinamika Madura