KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Ribuan massa yang mengatasnamakan buruh tani Madura menggelar aksi demonstrasi dengan membawa spanduk penolakan terhadap keberadaan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dinilai kerap bertindak sebagai provokator. Aksi tersebut berlangsung di depan Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Selasa (10/2/2026).
Salah satu orator aksi, Imam yang merupakan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, menyampaikan kritik terhadap pemerintah daerah yang dinilai kurang memperhatikan kesejahteraan buruh dan petani. Ia menyoroti hasil paripurna Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang telah dilaksanakan oleh pemerintahan baru yang berjalan sekitar satu tahun.
“Pemerintah yang baru berjalan satu tahun telah melaksanakan paripurna RKPD, namun sangat disayangkan dalam forum tersebut tidak ada satu pun pembahasan yang secara spesifik menyinggung kesejahteraan buruh dan petani,” tegas Imam dalam orasinya.
Selain itu, Moh. Yasin yang merupakan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan turut menyinggung maraknya aksi demonstrasi yang dinilai tidak jelas atau kerap disebut sebagai demo gelap. Ia meminta aparat kepolisian dan aparat penegak hukum untuk melakukan pemfilteran terhadap pelaksanaan aksi di wilayah Pamekasan.
“Kami meminta kepada aparat kepolisian dan aparat penegak hukum untuk melakukan pemfilteran. Kami tidak membatasi hak penyampaian pendapat di muka umum atau demonstrasi karena itu sudah diatur dan dijamin dalam undang-undang. Namun dalam undang-undang juga disebutkan bahwa tidak semuanya bebas dan tetap ada aturan yang harus dipatuhi,” ujar Moh. Yasin.
Aksi demonstrasi tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Hingga aksi berlangsung, situasi terpantau aman meski arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami perlambatan akibat banyaknya massa yang memadati area depan pendopo. (Anisa/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura