Prof. AQ Soroti Kartu Merah Nurdiansyah, Madura United Tumbang dari PSIM

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi, menyoroti cara bermain bek Madura United, Nurdiansyah, yang dinilainya menjadi titik balik kekalahan tim saat menghadapi PSIM Yogyakarta. 

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, Sabtu malam (10/1/2026), berakhir dengan kekalahan Madura United setelah harus bermain dengan 10 pemain.

Nurdiansyah diganjar kartu merah usai melakukan pelanggaran yang dinilai tidak perlu. Insiden tersebut terjadi saat Madura United tengah menguasai jalannya pertandingan dan tampil solid di awal laga.

Baca Juga:  Penjual Bendera dan Umbul-Umbul Mulai Marak di Kota Pamekasan Menjelang Hari Kemerdekaan RI

Achsanul Qosasi menyebut kartu merah yang diterima Nurdiansyah sebagai cara bermain paling konyol yang pernah dilakukan pemain Madura United.

“Kartu merah yang dilakukan Nurdiansyah adalah cara main yang paling konyol dilakukan pemain Madura United. Tidak penting dan tidak berbahaya,” tegas Achsanul Qosasi.

Baca Juga:  Jejak Peredaran Miras Terbongkar, Polres Pamekasan Sita Ratusan Botol

Ia menambahkan, sebelum kartu merah tersebut, Madura United tampil sangat baik dan mampu mengendalikan permainan.

“Kita mengawali 40 menit pertama dengan sangat baik. Tapi kartu merah kali ini meruntuhkan mental 10 pemain yang lain,” lanjutnya.

Achsanul menilai, kehilangan satu pemain membuat keseimbangan tim terganggu dan berdampak langsung terhadap performa Madura United hingga akhirnya harus mengakui keunggulan PSIM Yogyakarta. (Lumi/Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *