KARIMATAMEDIA, SUMENEP – Keterlambatan kedatangan kapal tanker pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep menyebabkan pasokan solar di tingkat pengecer menipis. Kondisi ini membuat sejumlah nelayan kesulitan mendapatkan solar hingga terpaksa tidak melaut.
Sekretaris Kelompok Nelayan Masalembu (KNM), Hairul Umam mengatakan kapal tanker biasanya datang setiap akhir atau awal bulan. Namun, hingga Jumat (6/11/2026), kapal pengangkut BBM tersebut belum tiba di Masalembu.
Hairul menyebut, keterlambatan pasokan berdampak pada kenaikan harga solar di tingkat pengecer. Jika biasanya dijual Rp9.000 per liter, dalam beberapa hari terakhir harganya naik menjadi Rp10.000 hingga Rp14.000 per liter.
“ Kondisi tersebut memberatkan nelayan kecil. Bahkan, sejumlah nelayan harus mencari solar dari kampung ke kampung, tetapi belum tentu mendapatkannya,” Jelasnya kepada Karimata Media.
Hairul menjelaskan, nelayan yang biasanya membawa persediaan solar hingga sekitar 100 liter untuk bekerja selama empat hari, kini kesulitan memenuhi kebutuhan bahan bakar sehingga tidak bisa melaut.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima dari pegawai salah satu Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), kapal tanker diperkirakan baru tiba pada 10 November 2026. Sementara itu, penyebab keterlambatan masih belum diketahui karena pihaknya belum mendapatkan konfirmasi dari Pertamina.
“ di Pulau Masalembu terdapat dua APMS yang dikelola satu manajemen. Berdasarkan data yang diperoleh Hairul dari pihak terkait, kuota solar untuk kedua APMS tersebut mencapai 256 ribu liter,” Tambahnya.
Hairul juga menyampaikan adanya dugaan solar di Masalembu dijual ke luar pulau. Namun, informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut. Pihaknya mengaku telah berkomunikasi dengan Kapolsek Masalembu untuk mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.
Setelah dikonfirmasi terkait dugaan keterlambatan pasokan BBM ke Pulau Masalembu Sumenep, Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, menyebut pengiriman sejauh ini masih sesuai jadwal.
Pihaknya akan terlebih dahulu mengecek jadwal pengiriman terakhir dan jadwal pengiriman berikutnya ke Masalembu untuk memastikan informasi keterlambatan tersebut.
“Kami cek jadwal pengiriman terakhir dan yang berikutnya ke Masalembu Sumenep dulu untuk memastikan adanya keterlambatan BBM tersebut,” ujarnya. (Anisa/Mel)
Karimata Media Dinamika Madura