Tangkap Layar Saat Petani Mencabut Bibit Tembakaunya.

Petani di Pamekasan Cabut Tanaman Tembakau yang Layu, Bukan Karena Pupuk Palsu

KARIMATA.NET, PAMEKASAN – Sebuah video yang menampilkan petani di Pamekasan, sedang mencabut tanaman tembakau yang layu dan rusak, mendadak viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, petani terlihat mencabut tanaman tembakau yang sejatinya beberapa bulan lagi siap dipanen.

Narasi awal yang berkembang menyebutkan bahwa penyebab kerusakan tembakau ini adalah penggunaan pupuk palsu. Informasi ini segera menyebar luas dan memicu kekhawatiran di kalangan petani dan masyarakat umum. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Kelompok Tani (Poktan) setempat, diketahui bahwa penyebab sebenarnya bukanlah pupuk palsu.

Menanggapi hal tersebut, Akhmad Fuad Ketua Kelompok Tani (Poktan) Unggul 4 Kelurahan Kangenan Pamekasan mengatakan bahwa kerusakan pada tanaman tembakau tersebut disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, kesalahan dalam pemasangan pupuk yang tidak sesuai dengan prosedur sehingga pohon tembakau menjadi mati dan layu.

Kedua, kesalahan dalam pencampuran obat hama yang digunakan menyebabkan pucuk tembakau menjadi berkerut seperti daun kubis.

“Setelah kami investigasi lebih lanjut, ternyata masalahnya ada pada cara pemasangan pupuk dan pencampuran obat hama yang tidak tepat. Bukan karena pupuk palsu seperti yang awalnya diduga,” ujarnya saat on air di Dinamika Madura Radio Karimata, Rabu (03/07/2024) siang.

Fuad menambahkan bahwa para petani dengan sengaja mencabut tanaman tembakau yang sudah mati dan rusak tersebut, karena masih ada kesempatan untuk menanam kembali tembakau yang baru dengan harapan mendapatkan hasil yang lebih baik di masa depan.

“Kondisi ini menyoroti pentingnya pengelolaan yang hati-hati dalam pertanian, terutama terkait penggunaan pupuk dan obat-obatan hama. Pihak Poktan setempat juga telah mengambil langkah untuk memberikan edukasi lebih lanjut kepada para petani agar dapat menghindari kesalahan serupa di masa yang akan datang,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa insiden ini memberikan pelajaran penting bagi para petani untuk lebih berhati-hati dalam mengikuti instruksi penggunaan pupuk dan pestisida. 

“Kesalahan kecil dalam pemeliharaan tanaman tembakau bisa berdampak besar pada hasil tanaman,” tutupnya. (Ziyad/Mel)

Check Also

“Wagner Augusto ‘Dida’: Amunisi Baru Madura United dari Liga Portugal

KARIMATA.NET, YOGYAKARTA – Madura United FC kembali mengumumkan rekrutan baru untuk penjaga gawang yang berasal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *