KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Pengurus Perhumas Muda Madura periode 2026–2027 resmi dilantik. Kepengurusan baru ini diharapkan tidak hanya aktif menjalankan program, tetapi mampu membangun kepercayaan, menggunakan pengaruh secara bijaksana, serta menciptakan kontribusi nyata bagi Madura dan Indonesia.
Ketua BPC Perhumas Madura Dr. Dewi Quraisyin mengatakan pelantikan bukan sekadar acara seremonial. Menurutnya, pelantikan menjadi momentum bagi pengurus untuk menerima kepercayaan sekaligus tanggung jawab dalam menjalankan organisasi.
“Ketika teman-teman dilantik, maka sesungguhnya menerima sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab,” katanya.
Ia menyampaikan, pesan tersebut sejalan dengan tema talkshow yang digelar dalam rangkaian kegiatan, yakni “Festival of Trust and Influence: Merawat Reputasi Lokal dan Identitas Kultural Menuju Panggung Global.” Tema tersebut dinilai relevan dengan perkembangan teknologi dan media sosial yang membuat setiap orang memiliki ruang untuk memberikan pengaruh.
Menurutnya, satu unggahan, video, bahkan satu kalimat di media sosial dapat memengaruhi cara orang lain berpikir dan bersikap. Karena itu, persoalan pentingnya bukan hanya seberapa besar pengaruh yang dimiliki, tetapi apakah pengaruh tersebut digunakan oleh orang yang dapat dipercaya.
“Yang paling penting adalah apakah kita layak untuk dipercaya dengan memiliki pengaruh itu. Karena tidak semua orang yang memiliki pengaruh juga dapat dipercaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PERHUMAS Muda Madura, Ulfa Safira, S.Sos menyebut kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin kepengurusan periode tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Menjadi Ketua di angkatan sekarang itu adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar bagi saya,” ungkap Ulfa.
Ulfa mengatakan, kepengurusan baru menjadi kesempatan untuk meneruskan semangat dan nilai yang telah dibangun Perhumas Muda Madura sebelumnya. Namun, generasi saat ini juga memiliki tanggung jawab untuk meletakkan fondasi organisasi sesuai dengan kebutuhan dan karakter generasi mereka.
Ia berharap Perhumas Muda Madura tidak hanya menjadi sebuah nama, tetapi menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, bertumbuh, membangun relasi, serta mengembangkan kemampuan di bidang kehumasan.
“Hal paling berharga dari sebuah organisasi itu bukan hanya apa yang kita miliki, bukan hanya apa yang kita kerjakan, tetapi bagaimana kita bertemu dengan orang-orang di dalamnya,” tuturnya.
Ketua BPC Perhumas Madura juga berpesan agar pengurus tidak hanya menjadikan organisasi sebagai tempat belajar komunikasi. Lebih dari itu, Perhumas Muda Madura diharapkan menjadi ruang untuk membentuk pribadi yang mampu menjaga kepercayaan.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi sudah banyak dipelajari mahasiswa komunikasi di perguruan tinggi masing-masing. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kemampuan tersebut digunakan secara bertanggung jawab ketika mereka memiliki pengaruh di tengah masyarakat. (Ainul/Ns)
Karimata Media Dinamika Madura