KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Peringatan Hari Radio Nasional ke-81 menjadi momentum bagi Agus yang merupakan pendengar setia Radio Karimata untuk kembali mengenang kedekatannya dengan radio yang telah berlangsung lebih dari empat dekade. Sejak mendengarkan siaran bersama orang tuanya saat masih kecil hingga kini, radio tetap menjadi salah satu sumber informasi yang menemaninya dalam beraktivitas.
Agus mulai aktif mendengarkan radio dan berinteraksi dengan stasiun radio sejak duduk di bangku SMP sekitar 1981. Saat itu, ia tidak hanya mendengarkan siaran, tetapi juga mulai mengirim salam dan permintaan lagu melalui radio.
“Saya waktu kecil sampai SD itu sudah dengar radio karena orang tua suka dengar musik keroncong. Kalau orang tua menikmati musik keroncong, saya ikut mendengarkan. Tapi secara intens aktif mendengarkan radio dan kirim-kirim di radio itu sejak SMP,” kata Agus saat on air di Radio Karimata, Jumat (11/09/2026) pagi.
Kebiasaan tersebut terus berlanjut seiring perjalanan Agus berpindah tempat. Saat berada di Demak, Jawa Tengah, ia mengenal Radio Bintoro Karya. Ketika pindah ke Kudus, sejumlah radio seperti Radio Muria dan Radio Mandala menjadi pilihan untuk didengarkan. Setelah berada di Surabaya sejak 1988, ia juga mengikuti siaran Radio Suara Surabaya.
Sementara ketika melakukan perjalanan di wilayah Madura, Agus memilih Radio Karimata sebagai salah satu radio yang didengarkannya. Ia mengaku mulai sering datang ke Pamekasan sejak 2002 dan sejak memasuki wilayah Sampang, ia mulai menangkap siaran Radio Karimata.
“Kalau perjalanan di sekitar Madura, radio favorit saya adalah Radio Karimata. Sampai sekarang, kalau sudah ke Pamekasan, pasti saya ke Radio Karimata,” ujarnya.
Bagi Agus, Radio Karimata memiliki daya tarik karena tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga banyak memberikan informasi dan berita. Hal tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhannya yang cukup sering melakukan aktivitas di lapangan dan berada dalam perjalanan.
Agus mengatakan, informasi dari radio membantunya tetap mengetahui berbagai perkembangan tanpa harus selalu membaca berita secara langsung, termasuk mengenai kondisi sosial, ekonomi dan politik.
“Saya lebih memilih radio yang porsi informasi dan beritanya lebih banyak. Radio Karimata kan lebih banyak juga radio informasi dan radio berita. Karena saya tidak sempat baca berita secara langsung, dengan mendengarkan radio saya dapat informasi,” katanya.
Informasi mengenai berbagai peristiwa di Madura juga menjadi salah satu hal yang menurut Agus bermanfaat. Termasuk informasi perjalanan hingga perkembangan peristiwa tertentu yang disampaikan melalui siaran Radio Karimata.
Menurutnya, keberadaan radio masih penting bagi masyarakat yang membutuhkan informasi secara cepat, terutama mereka yang banyak beraktivitas di luar rumah.
“Kalau saya senang dengan Radio Karimata karena banyak informasi yang diterima sehingga sangat membantu saat perjalanan. Contohnya kalau musim haji, perkembangannya selama di Tanah Suci itu juga disiarkan di Radio Karimata,” ujarnya.
Di Hari Radio Nasional ke-81, Agus berharap seluruh radio di Indonesia tetap bertahan dan terus memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Secara khusus, ia berharap seluruh kru Radio Karimata selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas.
Bagi Agus, perjalanan mendengarkan radio yang dimulai sejak 1981 hingga kini menunjukkan bahwa radio masih memiliki tempat dalam kesehariannya. Radio tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi teman perjalanan sekaligus sumber informasi yang terus ia ikuti hingga saat ini. (Bambang/Ns)
Karimata Media Dinamika Madura