Abdul Halim Kepala Kementerian Haji dan Umroh Pamekasan

Di Tengah Bara Konflik, 147 Jemaah Umroh Pamekasan Masih Bertahan di Tanah Suci

KARIMATA MEDIA , PAMEKASAN – Sebanyak 147 jemaah umroh asal Kabupaten Pamekasan yang saat ini berada di Arab Saudi dipastikan dalam kondisi aman di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Penerbangan langsung (direct) dari Surabaya menuju Jeddah maupun sebaliknya juga dilaporkan tidak mengalami gangguan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj)  Kabupaten Pamekasan , Abdul Halim, mengatakan pihaknya langsung melakukan pendataan cepat kepada sejumlah PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) begitu muncul kabar konflik di kawasan Timur Tengah.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 147 jemaah asal Pamekasan yang saat ini berada di Mekkah dan Madinah. Seluruhnya dalam kondisi baik dan tidak ada penundaan jadwal kepulangan bagi jemaah yang menggunakan penerbangan langsung.

“Alhamdulillah, sampai saat ini jemaah kita yang berada di Arab Saudi aman. Bahkan tadi malam sekitar pukul 03.00 WIB atau pukul 23.00 waktu Arab Saudi, dua rombongan sudah kembali ke tanah air sesuai jadwal tiket dengan penerbangan langsung. Tidak ada pembatalan,” ujarnya, saat on air di Dinamika Madura Radio Karimata, Selasa (03/03/2026)

Baca Juga:  Perkuat Tim, Laskar Sapeh Kerrab Sambut Kembalinya Miswar Saputra dan Hadirnya Miftah Anwar Sani

Abdul Halim menegaskan, penerbangan direct Surabaya–Jeddah tidak terdampak. Gangguan atau pembatalan penerbangan lebih banyak terjadi pada rute yang menggunakan sistem transit, seperti melalui Doha atau negara lain.

Untuk jemaah yang akan berangkat dalam waktu dekat, pihaknya mencatat sekitar 80 orang dijadwalkan berangkat, termasuk lima jemaah privat pada 16 Maret dan rombongan lainnya pada 30 Maret. Seluruhnya menggunakan penerbangan langsung dari Surabaya ke Jeddah.

“Yang menggunakan tiket direct by Lion dari Surabaya ke Jeddah, insya Allah aman. Tidak ada penundaan sampai saat ini. Yang banyak cancel itu penerbangan transit,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika terjadi peningkatan eskalasi yang berdampak pada wilayah Arab Saudi, termasuk Jeddah, Mekkah, dan Madinah, maka pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Agama akan memberikan pemberitahuan resmi serta langkah antisipasi, termasuk kemungkinan penundaan penerbangan.

Baca Juga:  Bursa Transfer Paruh Musim, Madura United Coret Beberapa Pemain

“Kalau memang ada eskalasi tinggi dan penerbangan terganggu, pasti ada pemberitahuan resmi dari pihak maskapai maupun kementerian terkait. Namun sampai saat ini untuk penerbangan direct masih normal,” jelasnya.

Bahkan, dua jemaah privat asal Pamekasan dijadwalkan kembali ke Indonesia malam ini dan dipastikan tidak mengalami pembatalan tiket.

Abdul Halim pun mengimbau masyarakat Pamekasan, khususnya calon jemaah umroh dan haji, agar tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.

“Pesan kami, tetap tenang, amati situasi dari sumber resmi dan terpercaya. Selalu berkoordinasi dengan PPIU untuk memastikan jadwal, transportasi, dan akomodasi. Apalagi ini bulan Ramadan, okupansi hotel tinggi, ditambah situasi eskalasi di Timur Tengah. Tapi insya Allah pelayanan dan perlindungan jemaah tetap terjamin,” pungkasnya. (Sukri/Mel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *