Bupati Pamekasan (Doc-Karimata.net)

Usai Lantik Sekda, Bupati Pamekasan Dorong Sistem Manajemen Talenta ASN

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menegaskan komitmennya menerapkan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Pamekasan usai pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) di Peringgitan Pendopo, Kamis (26/02/2026).

Menurutnya, sistem manajemen talenta sebenarnya sudah ia gagas sejak periode pertama kepemimpinannya melalui konsep “Bank Pejabat”. Konsep tersebut dimaksudkan agar pemerintah memiliki stok pejabat yang siap ditempatkan kapan saja saat terjadi kekosongan jabatan karena pensiun atau alasan lain.

“Saya sudah mengistilahkan Bank Pejabat. Jadi kalau ada yang berhenti atau pensiun, kita sudah punya ready stock. Tinggal diambil, dan figurnya bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, manajemen talenta mempermudah proses pengisian jabatan karena seluruh kapasitas, kemampuan, dan rekam jejak ASN telah terukur. Dengan sistem itu, pejabat dengan nilai tertinggi dapat langsung diproyeksikan mengisi posisi strategis, termasuk untuk kebutuhan Pelaksana Tugas (PLT).

Baca Juga:  Mahasiswa Pamekasan Kepung DPRD, Tolak PP Alat Kontrasepsi Untuk Remaja

Bupati berharap masa jabatan PLT tidak berlangsung lama. Ia juga menegaskan ingin mengubah persepsi bahwa mutasi adalah hal yang menakutkan. “Saya ingin menjadikan mutasi itu tidak menakutkan dan tidak menjadi sesuatu yang gempar,” katanya.

Manajemen talenta, lanjut dia, tidak hanya berlaku untuk eselon II, tetapi juga menjadi dasar penataan eselon III dan IV. Bahkan sejak awal masuk birokrasi, potensi ASN sudah mulai diukur sehingga memberi peluang bagi pegawai berprestasi untuk naik lebih cepat berdasarkan kinerja.

Baca Juga:  Hasil Donasi Konser Valen Diserahkan Secara Simbolis kepada Relawan Bawang Mas untuk Bantuan Bencana

Terkait pelaksanaannya, Kholilurrahman menyebut proses pematangan sistem dimulai sejak Mei 2025 dan memakan waktu hampir satu tahun. Ia menekankan bahwa keunggulan utama sistem ini adalah adanya kepastian karier berbasis kinerja, bukan sekadar masa kerja.

“Kalau ada pejabat yang kinerjanya baik dan bisa diandalkan, itu langsung bisa naik. Jadi ada kepastian,” tegasnya.

Dengan penerapan manajemen talenta, Pemkab Pamekasan diharapkan mampu mewujudkan penataan birokrasi yang lebih profesional, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah. (Sukri/Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *