Wali Kota Salatiga dan Wakil Bupati Pamekasan Saat Naik Dokar Milik KH Musleh Adnan. (Ist-KarimataMedia)

Dokar Milik KH Musleh Adnan Warnai Prosesi Nyadran Keraton Surakarta di Pamekasan

KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Dokar milik KH Musleh Adnan, Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah, mendapat kehormatan dipercaya mengantar Keluarga Keraton Surakarta, Solo, dalam rangka melaksanakan tradisi nyadran atau ziarah leluhur di Kabupaten Pamekasan.

Prosesi ziarah tersebut dilakukan ke Makam Raden Alsari atau Tjakra Adiningrat I serta ke Makam Raja Pamekasan, Pangeran Ronggosukowati yang berada di Kelurahan Kolpajung.

Tradisi nyadran merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang sarat makna, sebagai bentuk penghormatan dan do’a kepada para leluhur.

Baca Juga:  Ketua DPRD Pamekasan Ungkap Harapan Program MBG Dongkrak Kualitas Pendidikan

Kehadiran dokar sebagai moda transportasi dalam prosesi ini menambah nuansa sakral dan kental dengan nilai tradisi. Selain menjadi simbol kearifan lokal, penggunaan dokar juga memperkuat suasana historis dalam kegiatan ziarah tersebut.

KH Musleh Adnan menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, amanah ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kehormatan bagi lembaga pesantren serta masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Perkuat Lini Serang, Madura United Kembali Rekrut Junior Brandão

“Alhamdlillah bendi/dokar milik saya dipercaya mengantar Keluarga Keraton Surakarta, Solo, melakukan tradisi nyadran atau ziarah leluhur ke Makam Raden Alsari atau Tjakra Adiningrat I dan ke Makam Raja Pamekasan Pangeran Ronggosukowati di Kelurahan Kolpajung,’’ katanya,

Prosesi nyadran berlangsung dengan khidmat dan penuh penghormatan, mencerminkan eratnya hubungan sejarah dan budaya antara Keraton Surakarta dan Pamekasan. (Sukri/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *