Foto: Ilustrasi angin kencang (Ist-Karimata Media)

Angin Kencang Terjang Sejumlah Wilayah, BMKG Ungkap Penyebabnya

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Angin kencang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat pesisir, termasuk nelayan yang harus lebih waspada saat beraktivitas di laut.

Salah satu pendengar Radio Karimata, Pak Hatib, melaporkan kondisi angin kencang di sekitar Tanjung Sampang. Menurutnya, angin dari arah timur sudah terasa hampir sepekan dengan intensitas yang cukup kuat.

Kencangnya angin tersebut membuat para nelayan khawatir untuk melaut. Selain angin, kondisi gelombang laut juga disebut cukup besar sehingga aktivitas penangkapan ikan menjadi terganggu.

“Nelayan jadi ketar-ketir untuk melaut karena ombak juga ngapote. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap hasil tangkapan dan harga ikan laut di pasaran yang menjadi fluktuatif, naik turun,” lanjutnya.

Laporan serupa juga disampaikan pendengar Karimata lainnya, Pak Hendra. Ia menyebut angin yang terjadi kali ini terasa lebih kencang dibandingkan kondisi biasanya.

Baca Juga:  Gelombang Capai 2,5 Meter, KUPP Sapeken Imbau Tunda Pelayaran

Menanggapi kondisi tersebut, Prakirawan Cuaca BMKG Juanda, Adityo Mega Anggoro, S.Tr, mengatakan angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kondisi angin diprakirakan hingga tiga hari ke depan. Nanti akan kami update kembali,” jelasnya kepada Karimata Media, Rabu (19/08/2026).

BMKG menjelaskan, menguatnya angin di sejumlah wilayah Jawa Timur dipengaruhi pola tekanan udara regional. Tekanan udara yang relatif tinggi di wilayah Australia, sekitar 1.020 hPa atau lebih, sementara tekanan udara di kawasan Laut Cina Selatan berada di kisaran 1.004 hingga 1.008 hPa.

Perbedaan tekanan tersebut memperkuat aliran angin dari Australia menuju wilayah utara Indonesia. Kondisi ini membuat angin timuran atau Monsun Australia di Jawa Timur menjadi lebih kuat.

Baca Juga:  Momentum Hari Bumi Sedunia, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ajak Warga Jaga Lingkungan

Berdasarkan analisis angin pada lapisan 3.000 kaki, kecepatan angin di sekitar Jawa Timur dapat mencapai 20 knot atau lebih. Selain itu, keberadaan bibit siklon 96W dan 94W di sekitar Filipina dan Laut Cina Selatan juga dapat turut mempengaruhi pola angin secara regional.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap angin kencang dan potensi hujan lokal selama periode musim kemarau. Masyarakat diminta mengamankan benda-benda yang mudah terbang, berhati-hati saat berkendara, serta meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di wilayah pesisir maupun perairan.

Masyarakat juga diingatkan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan dan tetap memantau informasi prakiraan cuaca serta peringatan dini BMKG demi keselamatan bersama. (Lumi/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *