Madura United Tumbang, Rakhmat Basuki: Kami Akan Bertarung Sampai Akhir

KARIMATAMEDIA, YOGYAKARTA – Madura United FC harus mengakui keunggulan PSIM Jogja dalam laga sengit yang berlansung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Minggu (17/5/2026). Meski menelan kekalahan, Laskar Sape Kerrab menegaskan tidak akan pernah menyerah dan siap bertarung habis-habisan di laga pamungkas demi mengamankan tiket kelolosan.

Rakhmat Basuki, Pelatih caretaker Madura United, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemainnya yang telah berjuang tanpa lelah hingga peluit panjang berbunyi. Menurutnya, PSIM bermain sangat luar biasa di babak pertama hingga membuat timnya terkurung dan sulit keluar dari tekanan. Namun, selepas jeda istirahat, Madura United mencoba bermain lebih lepas dan berani melakukan serangan.

“Pertandingan yang luar biasa, intensitasnya sangat tinggi. Kami ucapkan selamat kepada PSIM yang berhasil mengamankan tiga poin. Tapi saya juga harus memberi apresiasi tinggi kepada pemain kami yang tidak berhenti berjuang sampai menit terakhir,” ujar Rakhmat Basuki dalam post-match press conference.

Coach Rakhmat juga membeberkan bahwa kondisi tim saat ini sedang pincang akibat badai cidera yang melanda sejumlah pemain, termasuk sang kapten, Lulinha. Hal ini membuat tim pelatih tidak memiliki banyak pilihan dalam menyusun strategi, sehingga terpaksa menurunkan dua penyerang sekaligus sejak menit awal demi menyimpan tenaga Lulinha untuk laga hidup-mati berikutnya.

Baca Juga:  Laga Bergengsi Madura United vs Persija, 883 Personel Gabungan Disiagakan

Senada dengan sang pelatih, pemain Madura United, Ilhamsyah, menilai laga malam ini berjalan sangat menarik dengan aksi saling serang dan counter-attack. Ia menganggap PSIM lebih beruntung di laga ini, dan hasil tersebut akan menjadi bahan pelajaran berharga menjelang laga final di kandang sendiri.

Baca Juga:  Wasit Asal Madura Unjuk Kualitas di Ajang SEA Games 2025

“Mungkin PSIM lebih beruntung malam ini. Ini jadi bahan evaluasi buat kami karena kami masih punya satu laga final di home nanti,” kata Ilham.

Menatap laga pamungkas yang menjadi penentu nasib tim, manajemen Madura United telah menyiapkan suntikan motivasi berupa bonus (reward) jika tim berhasil lolos. Coach Rakhmat menegaskan bahwa anak asuhnya akan tetap maju dengan kepala tegak menghadapi siapa pun lawannya.

“Madura tidak akan pernah menyerah dengan situasi seperti sekarang. Kami akan bertarung sampai akhir, apa pun hasilnya, siapa pun lawannya, kami tidak peduli. Yang jelas, reward dari manajemen pasti ada dan insyaallah tidak pernah diingkari,” tegas Coach Rakhmat.

Laga terakhir Madura United akan melawan PSM Makassar pada Sabtu, (23/5/2026), kick-off pukul 16.00 WIB. (Fauzi/Bb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *