AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung, Serukan Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN — Aksi peduli lingkungan ditunjukkan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) melalui kegiatan penanaman bibit mangrove dan pelepasan burung di wisata edukasi Taman Mangrove Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, Senin (13/04/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Selamatkan Bumi Madura dari Kerusakan Lingkungan” sebagai bentuk komitmen nyata terhadap isu ekologis di wilayah pesisir.

Kegiatan tersebut juga menjadi rangkaian halal bihalal sekaligus pembukaan rapat kerja (raker) kepengurusan AJP periode 2025–2027, yang diikuti berbagai elemen mulai dari pemerintah, pegiat lingkungan hingga pelajar.

Ketua AJP Pamekasan, Khoirul Umam menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah awal kepengurusan baru untuk lebih fokus pada isu lingkungan, tidak hanya sebatas narasi, tetapi juga aksi nyata di lapangan.

“Hari ini kami mengadakan aksi penanaman ribuan bibit mangrove sekaligus pelepasan burung. Ini kami balut dengan halal bihalal dan pembukaan raker kepengurusan 2025–2027,” ujarnya saat On Air di Radio Karimata Dinamika Madura, Senin (13/04/2026) siang.

Baca Juga:  Penerima AJP Award 2025: Prof AQ Diakui sebagai Tokoh Penggerak Sepak Bola Madura

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Forkopimda seperti Kodim, Polres, hingga perwakilan pemerintah daerah, serta sejumlah dinas terkait seperti DLH dan Pertanian. Selain itu, Perhutani wilayah Madura dan Jawa Timur, aktivis lingkungan, komunitas, hingga sekitar tujuh sekolah dasar di sekitar kawasan Lembung juga dilibatkan.

Pelibatan pelajar sekolah dasar tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini agar kepedulian terhadap alam dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Menurutnya, selama ini gerakan AJP dinilai belum maksimal dalam mengangkat isu lingkungan. Oleh karena itu, pada periode kepengurusan saat ini, pihaknya berkomitmen untuk lebih serius mengawal persoalan tersebut.

“Saya pribadi pernah menjadi relawan di Aceh, Sumatera, dan Bali. Saya melihat kerusakan lingkungan ini tidak bisa hanya dihadapi dengan narasi atau argumen, tapi harus dengan aksi nyata. Makanya kami turun langsung menanam mangrove,” tegasnya.

Baca Juga:  Selama Maret dan April, Polres Bangkalan Ungkap Belasan Kasus Narkoba, Curat dan Curanmor

Ia menilai, kawasan pesisir seperti mangrove memiliki peran penting dalam mencegah abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga perlu mendapat perhatian bersama.

Irul sapaan akrabnya menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai simbolis, tetapi juga sebagai upaya edukasi dan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya menjaga lingkungan. Kami ingin menggugah kepedulian itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama mengawal isu lingkungan secara serius dan berkelanjutan.

“Jangan setengah hati. Jangan hanya lewat tulisan, tapi harus ada aksi nyata. Apapun argumennya, kalau tidak turun langsung, menurut saya itu kurang maksimal,” pungkasnya. (Lumi/Sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *