Sisa Laga BRI Super League, Madura United Resmi Pindah Kandang ke SGB

KARIMATAMEDIA, BANGKALAN — Manajemen Madura United FC resmi memindahkan kandang pertandingan ke Stadion Gelora Bangkalan (SGB) sebagai bagian dari upaya meningkatkan performa tim di sisa kompetisi musim ini.

Manajer tim, Umar Wachdin, menyampaikan bahwa perpindahan venue tersebut merupakan langkah ikhtiar untuk mencari hasil terbaik bagi tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab. Ia menegaskan, seluruh keputusan diambil demi mendorong tim tampil lebih maksimal di setiap laga.

“Ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk membawa Madura United FC meraih hasil maksimal. Semua akan kami lakukan demi mencari yang terbaik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh perangkat pendukung pertandingan telah dipindahkan ke SGB, termasuk LED board yang kini mulai tertata di lapangan. Dari sisi perizinan, proses juga menunjukkan progres positif setelah mendapat lampu hijau dari LIB, Risk Assessment, serta Forkopimda Kabupaten Bangkalan.

Sementara itu, Security Officer Madura United, Sapto Wahyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesiapan pertandingan perdana di Bangkalan.

Ia mengatakan, laga kandang pertama di SGB akan digelar pada Sabtu, 11 April 2026, melawan Persik Kediri dengan perubahan jadwal kick off menjadi pukul 15.30 WIB dari sebelumnya pukul 19.00 WIB.

Baca Juga:  KPU Pamekasan Pastikan Persiapan Logistik Pemilu 2024 Sesuai Kebutuhan

“Jadi begini, yang pertama kami ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Bangkalan, Polres Bangkalan, dan seluruh PJU. Kita nanti hari Sabtu laga home di Bangkalan, kick off-nya 15.30. Yang semula 19.00 kemudian dirubah menjadi 15.30,” katanya.

Sapto menjelaskan, seluruh tim panitia pelaksana telah menyiapkan berbagai kebutuhan pertandingan, termasuk pemasangan LED di stadion serta kesiapan VAR yang sudah melalui proses asesmen.

“Seluruh tim panpel sudah setting, LED semuanya sudah terpasang di Stadion Bangkalan, persiapan VAR juga sudah oke, tadi baru selesai asesmen stadion,” ujarnya.

Ia menegaskan, perpindahan kandang ini bukan keputusan mendadak. Madura United memang memiliki dua home base resmi, yakni di Bangkalan dan Pamekasan, yang akan digunakan secara bergantian.

“Sebenarnya bukan tiba-tiba. Kita ketahui bahwa Madura United ini home base-nya ada dua, di Bangkalan dan di Pamekasan. Separuh musim kita main di Bangkalan, nanti musim berikutnya di Pamekasan,” jelasnya.

Baca Juga:  Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Saat Malam Takbiran Idul Adha di Pamekasan

Menurutnya, kebijakan tersebut juga berkaitan dengan pemerataan penonton serta dampak ekonomi bagi kedua daerah, termasuk kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Ini juga dalam rangka pemerataan penonton dan ekonomi, terkait juga dengan pendapatan PAD Bangkalan dan Pamekasan supaya merata,” imbuhnya.

Sapto berharap, seluruh sisa laga kandang Madura United musim 2025–2026 dapat berjalan aman dan kondusif, sekaligus mampu menghasilkan poin maksimal untuk menghindari zona degradasi.

“Harapan kita seluruh sisa laga home tetap berjalan aman kondusif. Kemudian Madura United bisa meraih poin penuh di sisa laga ini sehingga tidak sampai terjadi degradasi,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh suporter untuk hadir langsung memberikan dukungan di stadion pada laga perdana tersebut.

“Kami mohon dukungan suporter untuk hadir di stadion hari Sabtu nanti jam 15.30. Mudah-mudahan kita bisa meraih poin penuh,” tutupnya. (Ainul/Bam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *