KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap virus Nipah yang baru-baru ini terdeteksi di India dengan tingkat virulensi tinggi.
Berdasarkan laporan ilmiah, sekitar 40 persen penderita virus tersebut meninggal dunia, sehingga diperlukan kewaspadaan meski hingga saat ini Indonesia, termasuk Pamekasan, belum ditemukan kasus.
dr. Saifudin, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, mengatakan bahwa belum adanya kasus virus Nipah di Indonesia dan Pamekasan.
“Indonesia, termasuk Pamekasan, sampai sekarang belum ada kasus virus Nipah. Tapi kita harus waspada dengan mengetahui cara penularannya dan apa yang harus kita lakukan,” ujarnya saat On Air di Dinamika Madura, Selasa (10/02/2026).
Menurutnya, secara ilmiah virus Nipah ditularkan oleh kelelawar buah atau codot. Hewan tersebut biasanya memakan buah dengan cara menggigitnya, dan virus dapat menempel pada buah yang sudah tergigit. Jika buah tersebut kemudian dikonsumsi manusia, maka berpotensi menularkan virus.
“Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak mengkonsumsi buah bekas gigitan codot,” jelasnya.
Selain melalui buah, penularan juga dapat terjadi dari manusia ke manusia. Penderita virus Nipah umumnya mengalami gejala mirip flu, batuk, dan demam tinggi, sehingga cairan tubuh seperti droplet dapat mengandung virus. Oleh karena itu, masyarakat diminta menghindari kontak dekat dengan orang yang dicurigai mengalami gejala tersebut.
“Hindari orang yang flu dan batuk, jaga jarak, gunakan masker, dan biasakan cuci tangan sebagai langkah perlindungan diri,” tegas dr. Saifudin.
Ia menjelaskan bahwa gejala virus Nipah hampir menyerupai Covid-19, bahkan bisa lebih berat, seperti demam tinggi, nyeri linu-linu yang hebat, serta sakit kepala berlebih. Perbedaan utamanya hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium karena jenis virusnya berbeda.
“Kalau ada gejala flu, segera berkunjung ke fasilitas kesehatan. Penanganan yang cepat akan mempercepat proses penyembuhan,” katanya.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, makan bergizi, tidak stres, serta mengonsumsi multivitamin. Tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan telah diberi edukasi untuk melakukan penanganan sesuai standar, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi penderita maupun orang di sekitarnya.
“Kami sudah menyampaikan himbauan dan edukasi ke fasilitas kesehatan yang ada. Bagi masyarakat yang baru datang dari luar negeri dan merasakan gejala mirip virus Nipah, segera periksa ke faskes terdekat,” pungkasnya. (Melli/Suk)
Karimata Media Dinamika Madura