BMKG Jatim Minta Masyarakat Waspada Potensi Cuaca Eksrtem Sepekan Kedepan

News, Peristiwa763 Dilihat

KARIMATA.NET, SIDOARJO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jatim meminta warga Jawa Timur mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama sepekan mulai tanggal 17- 23 Januari 2024.

Taufiq Hermawan, ST, MT Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Saat ini Kondisi dinamika atmosfer menunjukan hangatnya suhu muka laut di sekitar wilayah perairan Jawa Timur yang mengindikasikan pasokan uap air di sekitar wilayah Jatim cukup signifikan, serta adanya aktivitas gelombang atmosfer yang melintasi wilayah Jawa Timur yakni, Madden Jullian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby.

“Hal tersebut didukung terbentuknya pola pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Timur yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan hingga sepekan kedepan diperkirakan cukup intens,” ujarnya, kamis (18/01/2024) pagi.

Ia menyampaikan ada beberapa wilayah di jatim yang berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es) pada periode 17 – 23 Januari 2024, yaitu di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, Kota Blitar, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jombang, Kota Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Magetan, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, Kota Surabaya, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jember, Kabupaten Madiun, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan,Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Tuban, Kota Madiun dan Kabupaten Sampang.

“Kami minta masyarakat lebih mengantisipasi terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *