KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak atau BBM masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Madura.
Kondisi tersebut terjadi pada waktu-waktu tertentu, dengan antrean paling banyak terlihat pada pengisian solar. BBM jenis ini banyak dibutuhkan kendaraan angkutan umum, kendaraan niaga, serta sejumlah kendaraan yang digunakan untuk aktivitas masyarakat sehari-hari.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Ismail menyebut kondisi antrean perlu mendapat perhatian karena menyangkut kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan segera memastikan penyebab terbatasnya pasokan, sehingga distribusi BBM dapat kembali berjalan normal.
“ Persoalan tersebut perlu dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, termasuk untuk memastikan apakah antrean terjadi akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat atau adanya keterbatasan pasokan dari depot yang menyuplai BBM ke wilayah Madura,” Katanya saat On air di Karimata Media.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk kawasan Tapal Kuda Jawa Timur. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan pasokan BBM tidak hanya dirasakan masyarakat di Madura.
Di tengah kondisi tersebut, perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah juga menjadi perhatian. Gangguan keamanan di sekitar jalur pelayaran strategis, khususnya kawasan Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, berpotensi memberikan dampak terhadap distribusi energi dan perdagangan internasional.
“ Situasi geopolitik tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi, meski penyebab antrean BBM di daerah tetap perlu dipastikan berdasarkan kondisi pasokan dan distribusi di lapangan,” Jelasnya.
Pemerintah diharapkan menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan BBM, terutama menghadapi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau menimbun BBM. Pembelian yang tidak sesuai kebutuhan justru berpotensi memperpanjang antrean dan membuat distribusi BBM semakin tidak merata.
Pengelola SPBU juga diharapkan memastikan pelayanan dan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan, sehingga masyarakat yang membutuhkan untuk aktivitas sehari-hari tetap dapat memperoleh BBM secara normal.
Dengan koordinasi antara pemerintah daerah, pihak Pertamina, pengelola SPBU, dan masyarakat, ketersediaan BBM diharapkan dapat segera kembali stabil dan antrean panjang di sejumlah SPBU tidak terus berlanjut. (Anisa)
Karimata Media Dinamika Madura