KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Upaya deteksi dini kanker serviks di Kabupaten Pamekasan terus dilakukan melalui pemeriksaan HPV DNA dan IVA. Hingga awal September 2026, sekitar 2.000 perempuan telah menjalani skrining HPV DNA.
Dokter Umum Puskesmas Kowel Pamekasan, Sarah Marsha Tamimi, mengatakan deteksi dini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mencegah kanker serviks berkembang lebih serius.
“Pemeriksaannya dilakukan di ruang tertutup dan ditangani tenaga kesehatan perempuan. Kerahasiaan pasien juga dijaga karena penyakit ini termasuk hal yang intim,” jelas Sarah.
Jika ditemukan virus HPV dan terdapat lesi, pasien akan mendapat penanganan lebih lanjut, salah satunya melalui krioterapi dengan cara membekukan jaringan yang mengalami kelainan.
Sarah menjelaskan, gejala yang perlu diwaspadai antara lain perdarahan yang tidak normal, seperti menstruasi lebih dari tujuh hari atau siklus yang tidak teratur.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Pamekasan, Avira Sulistyowati, menyebut keputihan juga perlu diperhatikan apabila berbau dan berubah warna menjadi kuning kecokelatan atau kehijauan.
“Keputihan yang normal biasanya muncul menjelang haid atau pada masa subur. Kalau keluar di luar siklus tersebut, kemudian berbau dan berubah warna, itu perlu diperiksakan,” ujar Avira.
Program skrining HPV DNA dan pemeriksaan IVA di Pamekasan telah dimulai sejak Februari 2026. Namun, capaian tersebut masih jauh dari target Kementerian Kesehatan yang ditetapkan sebesar 75 persen.
Avira mengatakan, salah satu kendala yang masih ditemui adalah masyarakat merasa takut dan malu menjalani pemeriksaan, terutama karena pemeriksaan dilakukan pada organ intim.
“Masih ada masyarakat yang datang dan menyampaikan rasa takut, malu karena harus diperiksa bagian organ bawah, bahkan ada yang belum mendapat persetujuan dari suami,” ungkapnya.
Berdasarkan data BPJS, kasus kanker serviks yang dirujuk di Pamekasan tercatat 27 kasus pada 2025 dan meningkat menjadi 56 kasus hingga Agustus 2026. Sementara kasus yang telah didiagnosis kanker serviks tercatat 67 perempuan pada 2025 dan 39 perempuan hingga 2026. (Sol/Mi)
Karimata Media Dinamika Madura