ilustrasi kanker serviks (foto - karimatamedia)

Kasus Kanker Serviks di Pamekasan Meningkat Dua Kali Lipat

KARIMATA MEDIA, PAMEKASAN – Kasus kanker serviks yang dirujuk dari Kabupaten Pamekasan menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data BPJS, terdapat 27 kasus yang dirujuk pada 2025, kemudian meningkat menjadi 56 kasus hingga Agustus 2026.

Sementara itu, jumlah perempuan yang telah didiagnosis kanker serviks tercatat sebanyak 67 orang pada 2025 dan 39 orang hingga 2026.

Sebagai upaya menekan risiko keterlambatan penanganan, Dinas Kesehatan Pamekasan terus mendorong masyarakat mengikuti deteksi dini melalui pemeriksaan HPV DNA dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pamekasan, Avira Sulistyowati, mengatakan program skrining HPV DNA dan pemeriksaan IVA di Pamekasan telah dimulai sejak Februari 2026.

Baca Juga:  Data Terbaru BPS: Kemiskinan Menyusut, Biaya Hidup di Pamekasan Meningkat

“Hingga awal September 2026, sekitar 2.000 perempuan sudah menjalani skrining HPV DNA,” kata Avira.

Menurut Avira, capaian tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, yakni 75 persen perempuan sasaran mendapatkan pemeriksaan deteksi dini.

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang masih dihadapi dalam pelaksanaan skrining adalah adanya rasa takut dan malu dari masyarakat untuk menjalani pemeriksaan. Kondisi tersebut terutama muncul karena pemeriksaan dilakukan pada organ intim.

Baca Juga:  Sambut Libur Nataru, Dinkes Pamekasan Siagakan Puluhan Ambulance

“Masih ada masyarakat yang merasa takut dan malu untuk diperiksa, karena pemeriksaannya berkaitan dengan organ intim,” ujarnya.

Avira juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan perubahan pada tubuh, termasuk keputihan yang tidak normal. Keputihan perlu mendapat perhatian apabila disertai bau serta mengalami perubahan warna.

“Kalau keputihan berbau dan berubah warna menjadi kuning kecokelatan atau kehijauan, itu juga perlu diperhatikan,” pungkasnya.(Sukri/Mel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *