KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Santri Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah (PP SABAR) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Kali ini, para santri berhasil meraih sejumlah juara dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026, yang digelar 5 hingga 6 September 2026 di Pakuwon City Mall Surabaya.
Dewan Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan PP SABAR, K. Abdul Hamid mengatakan, pihaknya mengirimkan empat delegasi untuk mengikuti kompetisi yang mempertemukan peserta dari jenjang SMA sederajat hingga perguruan tinggi tersebut.
Dalam kompetisi itu, delegasi PP SABAR berhasil meraih Juara 1 Debat Bahasa Mandarin kategori SMA sederajat tingkat nasional melalui Nahdatus Syifa dan Alfin Iskandar, serta Taufikurrohim.
Sementara itu, pada kategori mahasiswa atau umum, delegasi PP SABAR meraih Juara 3 Debat Bahasa Mandarin yang diwakili Abdus Sattar, Fallatehan Hamid Madani, dan Zainurrahman.
Selain itu, Abdus Sattar juga berhasil meraih Juara Harapan 1 Pidato Bahasa Mandarin kategori mahasiswa/umum.
K. Abdul Hamid menjelaskan, prestasi tersebut tidak diraih secara instan. PP SABAR memang membuka program khusus bahasa internasional sebagai bagian dari pembekalan bagi para santri.
Selain Bahasa Mandarin, program tersebut juga mencakup Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Korea. Menjelang perlombaan, para peserta mendapat briefing dan persiapan khusus sesuai tema yang telah ditentukan oleh panitia.
“Untuk persiapan mengikuti perlombaan, kami memang membuka program khusus bahasa internasional termasuk Bahasa Mandarin. Selain itu, ada juga Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Korea. Kami melakukan briefing kepada anak sesuai tema yang diajukan panitia lomba,” ujar K. Abdul Hamid saat On Air di Dinamika Madura Radio Karimata, Senin (07/09/2026).
Ia menyebut, keikutsertaan santri PP SABAR dalam kompetisi tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan.
K. Abdul Hamid berharap prestasi yang diraih para santri dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa internasional, sekaligus memberikan warna baru bagi masyarakat di tengah perkembangan zaman.
“Jangan pernah ragu dalam melakukan hal yang terbaik. Harapannya, munculnya juara Bahasa Mandarin mampu memberi warna kepada masyarakat, terlebih menyongsong era kemajuan,” pungkasnya. (Mel/Ain)