Foto: Flyer yang beredar di WhatsApp dan belum terverifikasi kebenarannya. (Ist-Karimata)

Pendengar Karimata Resah Soal Flyer “Waspada Penculikan Anak”, Polisi: Sumber Tak Jelas

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN — Salah satu pendengar Radio Karimata menyampaikan kekhawatirannya kepada Karimata Media terkait beredarnya flyer imbauan waspada penculikan anak yang diteruskan berkali-kali melalui aplikasi WhatsApp, Senin (04/05/2026) malam.

Nunung, warga Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, yang mengaku cemas setelah pesan itu diteruskan berkali-kali di grup perpesanan. Ia mempertanyakan kebenaran informasi tersebut karena dinilai membuat resah para orang tua.

“Benar tidak informasi ini? Ini bikin ibu-ibu cemas, termasuk saya yang punya anak kecil,” ungkapnya via WA kepada gatekeeper Karimata Media, Senin (04/05/2026) malam.

Dalam pesan yang diterima, terdapat sebuah flyer bertuliskan “WASPADA!!!” yang berisi imbauan agar masyarakat menjaga anak-anak dari potensi penculikan. Disebutkan, pelaku dapat menyamar sebagai pedagang, “om telolet”, orang dengan gangguan jiwa, ibu hamil, hingga pengemis. Pada bagian akhir, terdapat ajakan untuk menyebarluaskan informasi tersebut, serta mencantumkan nama seorang anggota kepolisian berinisial A.M., yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Baca Juga:  Viral Video Berdurasi 36 Detik Memperlihatkan Aksi Bullying di Lingkungan Sekolah di Pamekasan, Beredar di Media Sosial

Menanggapi hal itu, gatekeeper Karimata Media melakukan konfirmasi kepada Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama. Ia menyampaikan bahwa sumber informasi dalam pesan tersebut tidak diketahui secara jelas.

“Sumber belum diketahui mas, berarti tidak benar,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Karimata Media kemudian melakukan penelusuran terhadap flyer tersebut dan menemukan versi lain dengan keterangan lebih lengkap. Dalam versi tersebut tercantum bahwa pesan berasal dari Bhabinkamtibmas Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto Sei Sarik, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

Namun, keterangan asal tersebut tidak terdapat pada flyer yang beredar di tengah masyarakat Pamekasan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa informasi yang tersebar telah mengalami perubahan atau pemotongan konteks sebelum diteruskan kembali.

Baca Juga:  "Wagner Augusto 'Dida': Amunisi Baru Madura United dari Liga Portugal

Selain itu, isi flyer tidak mencantumkan waktu kejadian, lokasi spesifik, maupun kronologi yang jelas. Pesan juga disertai ajakan untuk terus disebarluaskan, yang merupakan ciri umum dari informasi berantai yang belum terverifikasi.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan kepanikan di tengah masyarakat, khususnya para orang tua.

Karimata Media belum menemukan bukti adanya kejadian penculikan anak sebagaimana yang dimaksud dalam flyer tersebut di wilayah Pamekasan. Masyarakat diimbau agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta memastikan kebenarannya melalui sumber resmi guna menghindari keresahan yang tidak perlu. (Bam/Faz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *