Keluhan Bau TPA Angsana, DLH Pamekasan Lakukan Pembatasan Jam Operasional

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan mulai mengambil langkah penanganan atas keluhan masyarakat terkait aktivitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Angsana, Palengaan Pamekasan yang menimbulkan bau menyengat dan dinilai mengganggu kesehatan warga sekitar.

Kepala DLH Pamekasan, Supriyanto menyampaikan bahwa pihaknya telah bergerak cepat sejak kemarin untuk merespons aduan masyarakat dengan melakukan sejumlah upaya penanganan di lokasi TPA.

“Sejak kemarin kami sudah turun langsung melakukan penanganan, termasuk membatasi jam operasional pembuangan sampah agar tidak sampai malam hari,” ujar Supriyanto.

Untuk sementara waktu, operasional pembuangan sampah ke TPA dibatasi hanya hingga sore hari. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi dampak bau yang semakin terasa pada malam hari dan mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Resmi Sesuaikan Jam Kerja ASN Selama Ramadan, Disiplin Tetap Ditekankan

Selain itu, DLH juga melakukan penyesuaian terhadap jadwal pembuangan sampah dari sejumlah pondok pesantren yang sebelumnya dilakukan pada malam hari. Kini, jadwal tersebut diubah menjadi pagi hingga siang hari guna meminimalisir dampak lingkungan.

Supriyanto mengakui bahwa dalam proses pengelolaan sampah di lapangan, pihaknya masih menghadapi sejumlah kendala operasional. Salah satu yang cukup berpengaruh adalah keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk operasional armada pengangkut dan alat berat di TPA.

Baca Juga:  Madura United Tambah Amunisi Asing, Emerson Souza Jadi Harapan Bangkit Laskar Sape Kerrab

“ Keterbatasan BBM juga berdampak pada optimalisasi pengelolaan sampah, termasuk dalam proses penataan dan penimbunan sampah agar tidak menimbulkan bau berlebih,” Tambahnya.

Meski demikian, DLH Pamekasan memastikan akan terus melakukan upaya perbaikan secara bertahap, termasuk evaluasi sistem pengelolaan TPA agar lebih ramah lingkungan dan tidak merugikan masyarakat sekitar.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dari sumbernya, seperti dengan memilah sampah rumah tangga, guna mengurangi beban di TPA Desa Angsana. (Anisa/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *