ilustrasi

110 Ribu Bibit Tembakau Disiapkan, 5 Kelompok Tani akan Mendapat Bantuan

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan memastikan bantuan bibit tembakau dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini masih dalam tahap awal, yakni CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) sebelum didistribusikan ke kelompok tani penerima.

Plt Kepala DKPP Pamekasan Almar Sugandi, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari Pemprov Jatim melalui skema demplot (demonstration plot) atau lokasi percobaan yang telah melalui proses verifikasi.

Ia menuturkan, bantuan bibit tembakau itu tidak disediakan oleh pemerintah kabupaten, melainkan murni dari pemerintah provinsi melalui Dinas Perkebunan Jawa Timur yang berkoordinasi dengan DKPP Pamekasan.

“Bantuan ini berbasis kelompok dan sudah melalui verifikasi dari provinsi. Jadi sifatnya demplot, sebagai lokasi percobaan,” jelasnya.

Pak Gandi merinci, total ada lima kelompok tani yang menerima alokasi bantuan dengan jumlah keseluruhan mencapai 110.000 batang bibit tembakau. Masing-masing yakni Kelompok Tani Subur Daleman Desa Kadur sebanyak 10.000 batang, Kelompok Tani Maju Desa Gugul Kecamatan Tlanakan 10.000 batang, Kelompok Tani Subur Makmur 30.000 batang, Kelompok Tani Juwajih Maju Desa Mapper Kecamatan Proppo 30.000 batang, serta Kelompok Tani Tunas Harapan sebanyak 30.000 batang.

Baca Juga:  Hilang Kontak Di Perairan Sumenep, BASARNAS Kerahkan Dua Kapal Cari 15 ABK Kapal Putra Sumber Mas

“Totalnya sekitar 110 ribu batang, tapi saat ini masih tahap CPCL, jadi belum didistribusikan ke kelompok tani,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut konsep demplot tahun ini tidak hanya berfokus pada tanaman tembakau, tetapi juga menerapkan pola diversifikasi dengan tanaman bawang yang ditanam bersamaan di lahan yang sama sebagai uji coba.

“Ini model diversifikasi, jadi tidak hanya tembakau, tapi juga ada percobaan tanam bawang di sela-selanya. Harapannya dua-duanya bisa berhasil,” tambahnya.

Baca Juga:  Hadapi Semen Padang FC, Madura United Optimistis Bangkit dari Kekalahan

Terkait tidak adanya bantuan bibit dari pemerintah kabupaten tahun ini, Pak Gandi mengakui hal itu berkaitan dengan evaluasi program sebelumnya yang dinilai belum optimal, termasuk kemungkinan adanya persoalan dalam regulasi.

“Ada evaluasi dari sebelumnya, mungkin ada yang kurang pas dari sisi regulasi. Tapi ke depan tetap akan kami kaji lagi agar bisa berjalan lebih baik,” tegasnya.

Disinggung soal persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha, Sugandi nyebut DKPP Pamekasan juga memastikan pengawasan kesehatan hewan ternak terus dilakukan secara rutin guna mengantisipasi potensi penyakit.

“Pemeriksaan kesehatan hewan tetap berjalan rutin. Upaya pencegahan sudah dilakukan, nanti secara teknis akan kami sampaikan lebih rinci,” pungkasnya.(Ag/Suk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *