KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN — Permintaan bahan bakar minyak (BBM) di Pamekasan mulai meningkat signifikan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Meski terjadi lonjakan konsumsi, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok tetap aman dan distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah.
Area Manager Communication, Relations, dan Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan kebutuhan energi selama Ramadan dan Idul Fitri.
Menurutnya, Pertamina telah membentuk Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) yang mulai bertugas sejak 9 Maret hingga 1 April 2026 guna memastikan distribusi BBM tetap terjaga.
“Distribusi energi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri kami pastikan berjalan aman, sehingga masyarakat dapat beraktivitas, termasuk mudik, dengan lancar,” ujar Ahad.
Ia menjelaskan, puncak mobilitas masyarakat diprediksi terjadi pada 18–19 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diperkirakan berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Seiring dengan meningkatnya mobilitas tersebut, konsumsi BBM jenis gasolin diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 11,9 persen dari rata-rata normal sebesar 18.430 kiloliter per hari. Sebaliknya, konsumsi gasoil diproyeksikan turun sekitar 9,8 persen dari angka normal 8.805 kiloliter per hari, seiring berkurangnya aktivitas industri selama masa libur panjang.
Ahad juga menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM di seluruh SPBU berada dalam kondisi aman, termasuk di wilayah Kabupaten Pamekasan. Distribusi pun dilakukan secara merata hingga menjangkau daerah pedesaan guna memastikan tidak ada kekurangan pasokan.
Di tingkat lapangan, lonjakan permintaan sudah mulai dirasakan oleh para petugas SPBU. Salah satu petugas SPBU di kawasan Tlanakan mengungkapkan bahwa peningkatan pembelian BBM terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Beberapa hari ini memang ada lonjakan permintaan, tetapi masih dalam kondisi aman dan tetap bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.
Peningkatan permintaan BBM ini mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat yang mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. (Lumi/Ns)
Karimata Media Dinamika Madura