Menteri Koperasi Ferry Juliantono Kukuhkan KITMAS, Tegaskan Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa

KARIMATAMEDIA, PAMEKASAN – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, secara langsung mengukuhkan pengurus Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera (KITMAS) di Graha Bawang Mas Group Blumbungan Pamekasan, Sabtu (21/2/2026) Sore. Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting penguatan koperasi sektor tembakau Madura sekaligus penegasan komitmen pemerintah pusat dalam membangun ekonomi desa berbasis koperasi.

Kegiatan pengukuhan KITMAS oleh Menteri Koperasi RI itu dihadiri oleh Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, Wakil Bupati Pamekasan, jajaran Forkopimda seperti Kapolres dan Dandim, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur, seluruh kepala desa se-Kabupaten Pamekasan, serta tokoh ulama KH Moh. Rofi’i Baidawi selaku Pengasuh PP Al Hamidi Banyuanyar.

Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menyampaikan rasa syukur dapat hadir langsung di Pamekasan bersama jajaran lengkap Kementerian Koperasi. Ia menegaskan bahwa koperasi harus menjadi rumah besar bagi masyarakat untuk tumbuh dan maju bersama.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa sampai di Pamekasan dan ikut mengukuhkan kepengurusan KITMAS. Ini bukti bahwa koperasi insyaallah akan menjadi rumah kita semua, menjadi tempat untuk menjadikan kita maju bersama,” tegasnya.

Baca Juga:  Distribusi Air Bersih di Tiga Lokasi Pamekasan: Upaya PMI Hadapi Kekeringan

Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, koperasi diminta bangkit dan mengejar ketertinggalan dari badan usaha lain. Karena itu, Kementerian Koperasi melakukan transformasi besar, mulai dari digitalisasi, penguatan kelembagaan, hingga pembenahan sistem operasional.

Ferry memaparkan, pada Maret 2025 Presiden menerbitkan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan 80.000 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang melibatkan 18 kementerian/lembaga serta pemerintah daerah hingga tingkat desa. Seluruh koperasi tersebut telah berbadan hukum pada Juli 2025.

Selanjutnya melalui Inpres Nomor 17 Tahun 2025, pemerintah mendorong pembangunan fisik gudang, gerai, dan sarana pendukung dengan melibatkan 12 kementerian/lembaga. Saat ini sekitar 30.000 bangunan fisik tengah dibangun di seluruh Indonesia dan lebih dari 1.000 unit telah selesai 100 persen.

“Insyaallah bulan Mei 2026, 30.000 bangunan fisik itu selesai dan siap operasional. SDM-nya kami siapkan melalui pelatihan, rekrutmen pengurus, dan pendampingan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pusat distribusi di tiap daerah untuk menopang operasional koperasi desa. Menurutnya, koperasi harus menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, barang sehari-hari, hingga barang bersubsidi, sehingga masyarakat desa tidak lagi hanya menjadi konsumen, tetapi pelaku ekonomi.

Baca Juga:  “Semalam di Madura”: Arek Lancor Menyala, Budaya Pamekasan Merayakan Keberanian

“Sekarang masyarakat desa tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat. Harus menjadi subjek dan pelaku ekonomi desa. Sudah ada badan usahanya, akses permodalannya juga dibuka,” ujarnya.

Menurut Ferry, percepatan pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih memang mulai menimbulkan kekhawatiran dari sebagian pelaku ritel modern. Namun ia menegaskan bahwa langkah ini bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan kemandirian desa.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Koperasi dan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap penguatan koperasi di Pamekasan. Ia berharap pengukuhan KITMAS menjadi awal kebangkitan petani tembakau agar lebih sejahtera.

Dengan dikukuhkannya pengurus KITMAS oleh Menteri Koperasi RI serta dukungan penuh pemerintah daerah dan unsur Forkopimda, diharapkan koperasi ini mampu menjadi motor penggerak sektor pertembakauan Madura dan bersinergi dengan program nasional penguatan koperasi demi kesejahteraan masyarakat luas. (Fauzi/Ain)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *